Nazar Ajak Khalilur Bantu Urus Izin Usaha Tambang di Kutai Timur

Sidang Anas

Nazar Ajak Khalilur Bantu Urus Izin Usaha Tambang di Kutai Timur

- detikNews
Senin, 01 Sep 2014 19:52 WIB
Nazar Ajak Khalilur Bantu Urus Izin Usaha Tambang di Kutai Timur
Jakarta - Khalilur Abdullah alias Lilur mengaku pernah diajak Nazaruddin membahas pengajuan izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Permohonan IUP beberapa kali dibahas bersama Nazar di sejumlah tempat, salah satunya kantor PT Anugrah Nusantara.

"Saya beberapa kali melakukan pertemuan dengan Nazaruddin di kantornya berdua dan juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Nazaruddin di luar kantornya, berdua," ujar Lilur dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta,Senin (1/9/2014).

Lilur menyebut ada 10 perusahaan yang mengajukan permohonan IUP di Kutai Timur. Dalam pengajuan permohonan, pihak pemohon menurut Lilur memiliki kewajiban menempatkan dana sebagai jaminan pelaksanaan kegiatan eksplorasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam bentuk deposito sebesar US$ 100 ribu, kira-kira Rp 1 miliar pada bank pemerintah yang ditunjuk atas nama bupati melalui dinas pertambangan dan energi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan," sebutnya.

Dana jaminan ini yang menjadi alasan Lilur meminta Rp 10 miliar kepada Nazaruddin. " Makanya sebelum semuanya dimulai saya pertegas sama Nazar, 'Zar saya inisiator pembentukan tambang karena anda yang minta, yang saya minta ke anda siapkan Rp 10 miliar uuntuk jaminan investasi untuk 10 IUP yang akan kita ajukan," sambung Lilur.

Namun permintaan ini tidak dipenuhi Nazar. Pemilik Grup Permai itu hanya memberikan duit Rp 1 miliar untuk jaminan investasi. Sedangkan duit operasional PT Arina Kota Jaya yang diminta Lilur Rp 2,5 miliar hanya diberikan Nazar Rp 2 miliar.

"Sedihnya yang cair β€Žcuma Rp 2 miliar yang itu tidak cukup untuk bayar geologis yang saya rekrut untuk melakukan inventarisasi potensi tambang batu bara," kata dia.

Lilur menegaskan Nazar yang meminta dirinya membuat perusahaan tambang batu bara. Karena itu dia mengajukan 10 proposal konsesi tambang batu bara di Kutai Timur dengan luas lebih dari 100 ribu hektare.

"Itu yang dimintaNazar dengan permintaan bisnis luar biasa," ujarnya.

(fdn/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads