Mendagri Bantah Isu Jadi Calon Ketum Partai Demokrat

Mendagri Bantah Isu Jadi Calon Ketum Partai Demokrat

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 18:30 WIB
Jakarta - Konggres Partai Demokrat yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, bulan Februari 2005 mendatang tampaknya akan berjalan seru. Pertarungan untuk memperebutkan posisi ketua umum partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai ramai. Selain nama Subur Budhisantoso, mulai beredar tokoh lain. Sebut saja Ketua Kosgoro Hayono Isman. Kabar tak kalah menarik adalah masuknya nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Ma'ruf dalam bursa calon kuat Ketua Umum Partai Demokrat. Mantan ketua tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini disebut-sebut mendapat banyak dukungan.Namun ketika kabar ini dikonfirmasi ke M.Ma'ruf, ia tampak masih malu-malu membicarakannya. "Waduh saya belum tahu tuh kalau ada yang mencalonkan," kata Ma'ruf kepada wartawan di Kantor Departemen Dalam negeri (Depdagri) Jalan Medan merdeka Utara, Rabu (5/1/2005).Demikian juga ketika ditanya seputar akan diadakannya konggres Partai Demokrat di Nusa Dua, Bali, bulan depan, Ma'ruf mengenal menjelaskannya. "Wah itu urusan internal partai demokrat," katanya. Hanya ketika ditanya soal pencaloanan terhadap dirinya, Ma'ruf mengaku senang jika dicalonan. "Alhamdullih kalau saya dicalonkan. Tapi saya belum tahu mengenai pencalonan itu," katanya.Beberapa sumber dari kalangan internal Partai Demokrat menyebutkan bahwa figur calon ketua umum sangat tergantung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Siapa yang akan didukung SBY-maka berpeluang kuat akan memenangkan pertarungan bursa ketua umum.Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso, usai bertemu dengan Sekretaris Kabinet Sudi Silahi mengatakan bahwa partainya siap menjadi partai pemerintah. Hal ini sejalan dengan sikap awal, bahwa partai ini berdiri untuk mengusung nama SBY sebagai presiden. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini