Hindari Penyelundupan, UNICEF Daftar Anak-anak Aceh
Rabu, 05 Jan 2005 18:25 WIB
Jakarta - Setiap anak-anak yang terlantar di Aceh akan didaftar oleh Badan Dunia untuk Anak-anak (UNICEF) sebagai upaya untuk menghentikan perdagangan manusia dengan penyelundupan.Menurut Jubir UNICEF John Budd, sebuah kantor telah disiapkan di Banda Aceh untuk menangani masalah tersebut. Kemudian sebanyak 20 kantor lagi akan dibangun di beberapa wilayah di Aceh."Kami berkerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun pusat-pusat pendaftaran anak-anak terlantar di Aceh. Sehinga puluhan ribu anak-anak yang tidak memiliki rumah maupun yatim piatu didaftarkan dan bisa diawasi," katanya seperti dilaporkan AFP, Rabu (5/1/2005).Indonesia memperkirakan ada 35 ribu anak-anak yang tidak memiliki rumah, yatim piatu, maupun terpisah dari orang tuanya di Aceh.UNICEF telah memperingatkan kalau 1 juta anak-anak yang selamat dari tsunami akan menghadapi bahaya yang mengintai, seperti malnutrisi, penyakit, dan perdagangan manusia.Menurut Budd, komplotan perdagangan manusia bisa beroperasi dengan mudah di Aceh. Namun dengan tindakan cepat dari Pemerintah Indonesia dan organisasi bantuan yang ada bisa membatasi ruang gerak komplotan tersebut."Apalagi dengan adanya kehadiran militer dan polisi dalam jumlah besar. Mereka cukup waspada dengan masalah ini. Semoga upaya-upaya ini bisa membantu menghentikan penyelundupan anak-anak," kata Budd.Menurut dia, sudah ada satu kasus yang dikonfirmasikan, di mana seorang anak diselundupkan ke luar Aceh menuju Medan untuk diperjualbelikan. Pejabat UNICEF Malaysia juga menerima SMS yang mengiklankan penjualan 300 anak yatim piatu dari Aceh berusia 3 tahun hingga 10 tahun."Ini mengerikan. Ini mengindikasikan mereka telah mendapatkan anak-anak, atau mereka memiliki jaringan yang bisa mengidentifikasikan anak-anak dan kemudian membawa mereka keluar," tukas Budd.Dia menegaskan, tindakan yang dilakukan komplotan penyelundup anak-anak untuk diperjualbelikan sebagai buruh maupun budak seks merupakan tindakan kriminal yang kejam dan bengis.
(sss/)











































