Penyebab terbakarnya bus TransJakarta di dekat Halte Al-Azhar, Jakarta Selatan, akan segera diketahui pekan ini. Hasil investigasi yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI ini segera disampaikan ke publik.
"Tim investigasi sedang memeriksa semua. Minggu ini sudah bisa diketahui hasilnya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Muhammad Akbar di kantornya, Jl Jatibaru, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Temuan sementara, penyebab terbakarnya bus pabrikan Tiongkok itu karena ada malfungsi di sistem kelistrikannya. Sehingga pihak yang terkait seperti internal pabrikan, karoseri dan pemasang AC turut diperiksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โDishub DKI juga mempelajari kontrak pembelian dalam investigasinya untuk mencari kemungkinan perusahaan pemegang merek sebagai penanggungjawab. Hal ini karena ada kemungkinan bus itu sebagai kesalahan produksi atau pengguna.
"Dua kemungkinan yaitu kesalahan produksi dan penggunaan, di kontraknya juga saya tidak tahu ada garansi atau tidak. Kita harus cari tahu pengertian garansinya," papar Akbar.
Bus yang terbakar itu diketahui merek Yutong, sehingga Dishub DKI mengandangkan 29 bus lainnya yang bermerek sama. Pembelian bus itu menelan biaya Rp 3,7 miliar dan saat dikandangkan dilakukan pengecekan ulang sebelum layak dan aman dioperasikan kembali.
"Kami minta maaf karena pelayanan terganggu akibat dikandangkan 29 bus lainnya. Tapi kami akan usahakan minggu ini dapat beroperasi kembali," ucap Akbar.
"Kita meminta PT TransJakarta menyempurnakan kembali prosedur pengawasan dan proses perawatan. Perawatan tergantung manual book yang dikeluarkan pabrikan. Tinggal PT Transjakarta saja bagaimana pengawasan dan pemeliharaannya," tutup Akbar.
(vid/slm)











































