Hasil Labfor: Darah di Handuk Tak Identik dengan Darah Rudy
Rabu, 05 Jan 2005 17:49 WIB
Jakarta - Hasil uji Puslabfor Mabes Polri terhadap darah yang ditemukan di handuk, baju dan tisu di Kamar Adiguno Sutowo, Nomor 1564 Hotel Hilton tidak identik dengan darah korban penembakan Yohanes Brachmans Haerudy Natong. Meski demikian tidak mematahkan hasil penyidikan sebelumnya. Demikian dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (5/1/2005). Paiman didampingi Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung. Menurut Paiman, hasil Labfor menyebutkan bercak darah yang ditemukan di handuk, sapu tangan dan tisu bergolongan darah AB. Sementara, golongan darah Rudy, panggilan Yohanes adalah O. "Hasil labfor sudah keluar. Ternyata darah yang ditemukan di tisu, handuk dan baju tidak identik dengan darah korban. Itu hasil Puslabfor kita," ujar Paiman. Bercak darah itu, lanjut Paiman, milik tersangka sendiri. Adiguna mengaku bergolongan darah AB dan pada saat menginap ia sempat mimisan. Selain itu, Puslabfor juga telah memeriksa 19 butir peluru kaliber 22 yang ditemukan polisi di dalam kloset kamar mandi Adiguna. Selanjutnya, peluru itu dicocokkan dengan salah satu senjata milik keluarga Sutowo. Dari hasil pengecekan setelah senjata keluarga itu ditembakkan, ternyata alurnya tidak identik dengan proyektil yang ditemukan di kepala korban. Peluru yang ditemukan di kamar Adiguna hanya memiliki kecocokan logam yang sama dengan proyektil yang ditemukan di kepala korban. Dengan demikian dapat dipastikan senjata yang mematikan korban bukan senjata yang dimiliki keluarga Sutowo. Paiman menambahkan senjata keluarga Sutowo itu memiliki izin yang sah dari lembaga yang berwenang. Meski hasil Puslabfor menyebutkan ada perbedaan, kata Paiman, tidak mematahkan hasil penyidikan sebelumnya bahwa Adiguna adalah tersangka. Pasalnya, masih ada keterangan saksi-saksi di TKP yang menyatakan Adiguna pelaku penembakan itu. Polisi akan mengintensifkan pencarian senjata yang menewaskan mahasiswa tingkat akhir Universitas Bung Karno itu (UBK).Saat ini, polisi tengah melakukan uji urine dan darah Adiguna untuk memastikan apakah yang bersangkutan terlibat kasus lainnya seperti narkoba dan obat terlarang atau tidak. Hingga kini uji darah dan urine Adiguna belum selesai.
(rif/)











































