Luncurkan Buku, AM Fatwa Dipuji Irman Gusman dan Gede Pasek

Luncurkan Buku, AM Fatwa Dipuji Irman Gusman dan Gede Pasek

- detikNews
Senin, 01 Sep 2014 13:50 WIB
Luncurkan Buku, AM Fatwa Dipuji Irman Gusman dan Gede Pasek
Jakarta - Ketua Badan Kehormatan Andi Mapetahang (AM) Fatwa meluncurkan 2 buku sekaligus. Sejumlah tokoh pun hadir memberi testimoni mengenai sosok yang pernah dipenjara karena menjadi pemberontak saat rezim Orde Lama dan Orde Baru itu.

Fatwa meluncurkan buku berjudul 'Meretas Jalan Membentuk Karakter' dan 'Transisi Demokrasi di Atas Hamparan Korupsi'. Hingga saat ini politisi senior PAN tersebut telah meluncurkan 27 buah buku.

"Tiga setengah buku dibuat saat saya dipenjara. Alasan saya membuat buku ini karena sekarang kita banyak kehilangan pemimpin yang berkarakter, berkepribadian, dan yang mau bekerja dengan penuh integritas," kata Fatwa dalam peluncuran bukunya di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jaksel, Senin (1/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara alasan pria berumur 75 tahun ini menulis buku yang kedua adalah karena Fatwa menilai demokrasi di Indonesia masih dalam masa transisi. Itu pun terhambat dengan terjadinya banyak korupsi.

Politisi seperti Ketua DPD Irman Gusman dan anggota DPD terpilih Gede Pasek Suardika pun memberikan pujian pada Fatwa.

"Banyak orang sekarang pakai jas dulu baru pakai baju tahanan. Pak Fatwa itu pakai baju tahanan dulu baru pakai jas. Beliau memperjuangkan masalah keadilan dan kemanusian," ujar Ketua DPD RI Irman Gusman saat memberikan testimoni tentang Fatwa dalam acara tersebut.

Menurut Irman, Fatwa adalah tokoh yang memperjuangkan apa yang ia anggap benar meski menyerempet bahaya. "Sehingga mungkin beliau masuk politik karena politik tempat yang tepat dalam memperjuangkan cita-cita," lanjutnya.

Sementara mantan politisi Partai Demokrat yang menjadi Anggota DPD RI Terpilih, Gede Pasek menganggap Fatwa memiliki ciri-ciri sebagai tokoh besar. Bahkan menurut Pasek, Fatwa bisa menjadi seperti Mahatma Gandhi atau Soekarno.

"Ciri-ciri orang besar itu adalah semakin hidup setelah ia mati, contohnya Gandhi dan Bung Karno, kampanye pun pasang foto beliau dapat suara. Semakin banyak usia politiknya justru setelah meninggal. Saya lihat begawan kita satu ini (Fatwa) berpotensi seperti itu juga," tukas Pasek sambil menutup acara.

(ear/nwk)


Berita Terkait