Saksi: Dor! Adiguna Berikan Pistol kepada Pengawalnya

Saksi: Dor! Adiguna Berikan Pistol kepada Pengawalnya

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 17:38 WIB
Jakarta - Meski dinilai lambat, tapi polisi tampaknya mencoba serius menangani penyidikan kasus penembakan di Fluid Club Hotel Hilton. Dari keterangan polisi, dari 16 saksi, ada 15 saksi yang melihat Adiguna Sutowo-lah yang melakukan penembakan. Seusai menembak, Adiguna kemudian memberikan pistol kepada orang di sampingnya. "Kejadiannya secepat kilat," kata salah seorang saksi, Rabu (5/1/2005). Saksi ini berada di lokasi saat kejadian penembakan terjadi di Fluid Club Hotel Hilton, Sabtu (1/1/2005) dini hari. Penembakan itu terlihat secara telanjang oleh kedua matanya. Dia termasuk salah satu saksi dari 15 saksi yang menyatakan melihat Adiguna yang menembak pelayan Fluid Club bernama Yohannes Brachmans Haerudy Notong alias Rudy. Menurut dia, kejadian penembakan itu berlangsung sangat cepat. Dia melihat Adiguna yang menembak Rudy dari jarak dekat. Setelah terdengar suara dor, Adiguna kemudian menyerahkan senjata api itu kepada orang lain yang bersamanya. Diduga orang lain itu adalah ajudannya, karena mengawal Adiguna. Sayang, saksi ini tidak ingat seperti apa bentuk tubuh dan rupa orang yang menerima senjata api itu. Yang jelas, orang yang diserahi senjata api itu langsung cepat menghilang dari kerumunan banyak orang saat itu. Menurut dia, setelah melakukan penembakan, Adiguna kemudian cepat lari menuju kamarnya. Beberapa menit kemudian, Adiguna kembali ke Fluid Club dan sudah berganti baju. Dia bahkan sempat mempertanyakan kasus penembakan yang baru saja terjadi. Pura-pura tidak tahu. "Ada penembakan ya?" tanya Adiguna. Saksi mengisahkan, saat kejadian, Fluid Club memang penuh banyak pengunjung yang ingin merayakan pesta Tahun Baru. Banyak orang yang tidak sempat melihat kejadian itu, karena sebagian besar sedang mabuk. Begitulah keterangan dari saksi. Yang jelas, keterangan saksi ini bertolak belakang dengan kesaksian Adiguna. Seperti disampaikan Amir Karyatin, kuasa hukum Adiguna, saat kejadian Adiguna tidak berada di lokasi kejadian. Adiguna mengaku berada di kamarnya di lagoon Hotel Hilton. Bahkan, kata Amir, Adiguna sempat menolong korban yang saat itu bersimbah darah. "Pengakuan Mas Guna, saat itu dia malah membantu korban dan menyarankan agar korban dibawa ke klinik hotel. Kan di hotel Hilton ada klinik," kata Amir beberapa waktu lalu. Entah keterangan siapa yang benar. Yang pasti, kebenaran kasus ini harus terkuak ke publik. Polisi harus transparan dalam memberikan perkembangan penyidikan. Meski saat ini sudah meyakini Adigunalah pelaku penembakan, karena hampir semua saksi membenarkannya, namun polisi masih kesulitan menemukan senjata api yang digunakan Adiguna. Bila kesaksian seorang saksi itu benar, maka para pengawal Adiguna juga perlu diperiksa. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini