Presiden SBY akan Teken Perjanjian Delimitasi Maritim dengan Singapura

Presiden SBY akan Teken Perjanjian Delimitasi Maritim dengan Singapura

- detikNews
Senin, 01 Sep 2014 10:11 WIB
Presiden SBY akan Teken Perjanjian Delimitasi Maritim dengan Singapura
Presiden SBY akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. (Dudi Anung/Setpres)
Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan kunjungan kenegaraan ke negara tetangga Singapura selama tiga hari. Dalam kunjungan itu, kedua negara akan melakukan penandatanganan perjanjian Delimitation of the Territorial Seas in the Eastern Part of the Strait of Singapore.

Staf Khusus Presiden Bidang Internasional Teuku Faizasyah mengatakan penandatanganan perjanjian delimitasi maritim tersebut diharapkan semakin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

"Momentum penandatanganan perjanjian delimitasi batas maritim diharapkan akan semakin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, bentuk-bentuk penyelesaian delimitasi batas maritim melalui perundingan kiranya dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan yang masih dihadapkan pada tantangan serupa," ujar Faiz dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (1/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faiz juga mengatakan, kedekatan hubungan Indonesia dengan Singapura merupakan satu keniscayaan, apalagi sebagai dua negara yang bertetangga. Oleh karena itu, dalam sepuluh tahun terakhir menurut dia, pemerintahan SBY semakin mengkonsolidasi kerjasama kedua negara. "Utamanya di bidang-bidang yang menjadi prioritas bersama," tutur dia.

Presiden SBY akan berkunjung ke Singapura pada 2-4 September 2014, didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan sejumlah delegasi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden SBY akan melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan Presiden Tony Tan Keng Yam. Presiden SBY juga akan menerima gelar Order of Temasek First Class dari Pemerintah Singapura.

Selain penandatangan perjanjian delimitasi maritim, pertemuan kedua pemimpin juga akan membahas perkembangan terkini hubungan bilateral kedua negara (take stock) yang semakin terkonsolidasi selama ini melalui pembentukan tujuh kelompok kerja yang meliputi bidang investasi, agribisnis, turisme, ketenagakerjaan, dan pengembangan Batam, Bintan, Karimun, dan zona ekonomi lainnya.

(rmd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads