Otoritas Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah telah melepaskan enam ton obat untuk jamaah haji Indonesia yang sempat tertahan selama tujuh hari lalu, pada Minggu (31/8) sore waktu Arab Saudi.
Rencananya obat-obatan tersebut akan segera didistribusikan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Jeddah, Madinah, dan Makkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya sejak tadi sore dengan bantuan Kemenlu dan KJRI, obat-obatan itu sudah ke luar dari imigrasi," kata Fidiansyah βdi kantor Teknis Urusan Haji, Jeddah, Minggu sore.
Fidiansyah menyatakan bahwa proses ini lebih cepat dari yang diperkirakan karena kecepatan penanganan Kemenlu dan KJRI Jeddah.
"Tahun lalu operasional haji sudah selesai, obat baru ke luar," imbuh dia.
Persediaan obat-obatan sisa pelaksanaan haji tahun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan jamaah. "Perhitungan stok obat biasanya kita spare 3-5 tahun ke depan, jadi aman untuk dipakai tahun berikutnya. Stok itu sudah kita bagi-bagi di Jeddah, Madinah, dan Makkah," pungkasnya.
(van/mpr)











































