JK Bangga Islam di Indonesia Lebih Moderat Dibanding Negara Besar

Muktamar PKB

JK Bangga Islam di Indonesia Lebih Moderat Dibanding Negara Besar

- detikNews
Minggu, 31 Agu 2014 18:44 WIB
JK Bangga Islam di Indonesia Lebih Moderat Dibanding Negara Besar
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) bersyukur berada di Indonesia karena negara yang pemahaman Islam-nya moderat. Selain itu, kondisi sosial dan kebangsaan Indonesia juga dinilai terbaik dibandingkan dengan negara-negara besar.

"Kita bersyukur berada dalam suatu pemahaman tentang Islam yang moderat. Tapi kita masih mempunyai risiko-risiko timbulnya pemikiran radikal yang bisa masuk di Indonesia," kata Jusuf Kalla usai memberikan pembekalan kepada muktamirin tentang Konsep Pembangunan Nasional Menuju Kemandirian Bangsa di Empire Palace Surabaya, Minggu (31/8/2014).

Ia mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB juga harus mengajak anggotanya untuk bekerja baik kepada masyarakat sehingga bisa menangkal pemikiran-pemikiran yang radikal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"NU kan bergerak di bidang keagamaan dan sosial serta politik. Ya kita bersama-sama berdakwah, pendidikan yang baik. PKB dan NU tidak bisa dipisahkan. Tapi ada wing politiknya yang menjaga itu dan menjadi bagian politik yang menjaga," ujarnya.

"Radikalisme bisa berkembang pada masyarakat miskin. Karena itu, ekonomi yang baik akan mengurangi risiko-risiko itu," terangnya.

Sebelumnya, di hadapan muktamirin JK juga menyampaikan tentang kondisi sosial dan kebangsaan bangsa Indonesia yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan negara-negara besar.

"Tidak ada di dunia yang toleran selain di Indonesia. Tidak ada negara lain, negara-negara besar yang merayakan hari besar agama lain. Di Indonesia ini kita bangun. Artinya negeri ini harmoni," tuturnya.

JK juga menerangkan tentang sumber daya alam negeri ini yang melimpah. Sayangnya pangan seperti beras, gula masih banyak mengimpor. Menurutnya, dengan kebersamaan semua pihak termasuk dengan petani, perbaikan pabrik, perbaikan saluran air akan menjadikan bangsa ini mandiri.

"Itu tidak sulit apabila kita bekerjasama. Saya berjanji akan melaksanakan cita-cita. Kita tidak ingin bangsa ini dengan segala kemampuannya dan tidak bergantung dengan negara lain," tandasnya.

(roi/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini