"Kita bersyukur berada dalam suatu pemahaman tentang Islam yang moderat. Tapi kita masih mempunyai risiko-risiko timbulnya pemikiran radikal yang bisa masuk di Indonesia," kata Jusuf Kalla usai memberikan pembekalan kepada muktamirin tentang Konsep Pembangunan Nasional Menuju Kemandirian Bangsa di Empire Palace Surabaya, Minggu (31/8/2014).
Ia mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB juga harus mengajak anggotanya untuk bekerja baik kepada masyarakat sehingga bisa menangkal pemikiran-pemikiran yang radikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Radikalisme bisa berkembang pada masyarakat miskin. Karena itu, ekonomi yang baik akan mengurangi risiko-risiko itu," terangnya.
Sebelumnya, di hadapan muktamirin JK juga menyampaikan tentang kondisi sosial dan kebangsaan bangsa Indonesia yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan negara-negara besar.
"Tidak ada di dunia yang toleran selain di Indonesia. Tidak ada negara lain, negara-negara besar yang merayakan hari besar agama lain. Di Indonesia ini kita bangun. Artinya negeri ini harmoni," tuturnya.
JK juga menerangkan tentang sumber daya alam negeri ini yang melimpah. Sayangnya pangan seperti beras, gula masih banyak mengimpor. Menurutnya, dengan kebersamaan semua pihak termasuk dengan petani, perbaikan pabrik, perbaikan saluran air akan menjadikan bangsa ini mandiri.
"Itu tidak sulit apabila kita bekerjasama. Saya berjanji akan melaksanakan cita-cita. Kita tidak ingin bangsa ini dengan segala kemampuannya dan tidak bergantung dengan negara lain," tandasnya.
(roi/try)










































