Setiap jamaah haji Indonesia diberi gelang identitas. Gelang ini tidak boleh dilepas untuk mempermudah identifikasi dan membantu jika ada jamaah tersesat.
Gelang identitas berisi nama jamaah, bendera merah putih, tanda jamaah haji dalam bahasa Arab, nomor paspor dan sejumlah identitas lainnya. Gelang ini terbuat dari bahan tahan panas.
Jika ada jamaah haji tersesat misalnya di sekitar Masjid Nabawi di Madinah, nantinya ada sektor khusus yang akan mengurus. Dari sektor khusus jamaah akan dibawa ke Sektor terdekat untuk dikembalikan ke pemondokannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelang identitas penting untuk mengetahui identitas jamaah, terutama yang sudah tua. Dari identitas itu dengan mudah bisa dilacak di mana seharusnya yang jamaah berada.
"Kalau gelangnya nempel itu insyaAllah tidak ada masalah," kata Kasektor IV Madinah, Munajat, di kantornya yang hanya berjarak tak sampai 100 meter dari Masjid Nabawi, Minggu (31/8/2014).
Namun tingkat jamaah tersesat di madinah cukup kecil. Karena lokasi pemondokan yang relatif dekat dan jalan yang mudah dikenali.
"Tingkat kesesatan jalan lebih banyak di Makkah. Kalau disini relatif dekat dan jalannya relatif mudah diingat. Paling kalau malam lampu nyala semua jadi agak bingung," pungkasnya.
Namun demikian petugas haji di Sektor IV sudah siap bertugas. Jadi jamaah tidak perlu khawatir, yang penting jangan segan bertanya ke petugas dan jangan terpisah dengan rombongannya.
(van/fiq)











































