1.000 Guru Dipastikan Hilang dan Meninggal di Aceh

1.000 Guru Dipastikan Hilang dan Meninggal di Aceh

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 15:34 WIB
Jakarta - Sebanyak 1.000 guru dipastikan tewas dan hilang dalam musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh, Minggu, (26/12/2004), lalu. Selain itu, hampir 80 persen infrastruktur pendidikan rusak parah.Hal ini disampaikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Sidi kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Depdiknas, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu, (5/1/2005)."Sebanyak 1.000 orang guru menjadi korban, 500 orang diantaranya di Banda Aceh. Mereka merupakan campuran guru PNS, guru honor, guru bantu dan lain-lain. Ini hanya data sementara. Jumlah korban bisa bertambah," kata Indra.Menurut Indra, saat ini otomatis aktifitas belajar mengajar tidak bisa dilakukan di Provinsi NAD. Namun, mulai 20 Januari 2005, Depdiknas akan membuat sekolah-sekolah darurat di Aceh."Kita akan mempersiapkan dengan mendata guru, siswa dan sarana yang tersisa dan masih bisa dipergunakan agar anak-anak NAD dapat memulai proses pembelajarannya lagi. Untuk saat ini sekolah darurat akan dibuka di kabupaten Seumeuleu, Kabupaten Meulaboh, Aceh Jaya, Kota Banda Aceh dan lokasi lain yang siap," ungkap Indra.Sementara itu, untuk membantu proses pembelajaran tersebut Depdiknas akan mengirim sekitar 1.000 orang guru bantu dari wilayah Sumatera ke Aceh. Guru bantu tersebut berasal dari sekitar 80.000 guru bantu di seluruh Indonesia yang sudah dipersiapkan.Untuk dana bantuan awal, kata Indra, Depdiknas sudah menyiapkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan fasilitas SMP dan sekitar Rp 190 miliar untuk pembangunan fasilitas sekolah dasar. "Sedangkan untuk SMU kita masih belum mendata lagi," ujarnya.Saat ini, lanjut dia, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah sudah memberangkatkan sekitar 140 orang relawan yang terdiri dari dokter, perawat, sipil, pencinta alam, mahasiswa dan guru ke Aceh."Juga telah dikirimkan barang berupa 45 tenda, 35 relawan dan 2.000 set mukena, jilbab, selimut serta bahan makanan," katanya. (umi/)


Berita Terkait