"Ini bukan pajangan lagi. Kalau cuma jadi pagar ayu, buat apa dites setengah mati, dikarantina, kalau hanya untuk pagar ayu saja," kata Ahok usai acara pemilihan Abang None di Monas sisi tenggara, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2014) malam.
Ia mengaku sudah memulai menghilangkan tradisi 'pagar ayu' Abang None dengan meminta mereka menemani para tamu undangan. Sebab, mantan Gubernur Belitung Timur ini juga ingin Abang None tahun ini mampu menguasai Jakarta tak hanya dari segi pariwisata tetapi juga pengembangan kotanya.
"Kalau perlu jadwal-jadwal rapat juga mereka tahu. Jadi nanti mereka bisa jadi representatif kami," imbuhnya.
Ahok menyebut ajang Abang None tak hanya persoalan penampilan fisik seperti ganteng atau cantik.
"Ini lebih dari itu. Jagoan saya juga kalah," ujar politisi Gerindra itu.
Guna mensukseskan ajang pemilihan tahunan ini ke depannya, suami Veronica Tan ini merasa tidak keberatan bila anggarannya ditingkatkan lebih dari Rp 1,7 miliar. Pemprov DKI bahkan siap bila harus mencari sponsor.
"(Rp 1,7 M) Ya itu menurutku malah ndak cukup. Makanya mereka cari sponsor seperti London School dan sebagainya," pungkas Ahok.
(bil/aws)











































