Melongok Keindahan Batu Bacan di Ternate, Dulu Murah Kini Jadi Incaran

- detikNews
Sabtu, 30 Agu 2014 15:04 WIB
Ternate -

Penggemar dan kolektor batu tampaknya sedang getol memburu Batu Bacan, yaitu batu alam nan cantik dari Kepulauan Halmahera, Maluku. Kemilau hijau yang terpancar di permukaan batu itu seolah menjadi magnet bagi pecinta batu.

Saat detikcom berkesempatan mengunjungi Ternate, Maluku Utara, tentu tak ketinggalan melongok sejenak jajaran pedagang batu di pojokan jalan depan Kesultanan Ternate. Sore itu, puluhan orang menjajakan bebatuan yang sedang moncer itu.

Salah satunya yaitu Ismat yang sudah setahun lebih berkecimpung dengan batu dari Pulau Bacan, Maluku Utara itu. Dia mengatakan pesona batu itu dilihat dari perubahan warna dan kemilau batu yang didominasi warna hijau bening.

"Kalau masih baru itu ada bercak hitamnya, warnanya belum terlihat. Tapi lama-lama akan keluar warnanya, kalau sudah lama itu nanti warnanya lebih bening lagi, harganya mahal kalau sudah seperti itu," kata Ismat saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (30/8/2014).

Konon, kemolekan Batu Bacan sendiri dipopulerkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mempersembahkan cincin Batu Bacan kepada Presiden AS, Barack Obama. ‎

Ismat pun memperlihatkan batu yang dipakainya sebagai cincin. Ukuran batu yang dibentuknya jadi cincin itu lebih besar dibandingkan ukuran biasa. Meski masih belum hijau benar, harga batu itu sudah mencapai belasan juta rupiah.

"Yang saya pakai ini Rp 15 juta. Masih ada bercaknya tapi ini saya padukan dengan perak cincinnya," kata Ismat memamerkan.

Tak hanya menjual Batu Bacan yang sudah digosok dan dibentuk cincin. Ismat juga menawarkan batu yang sedang tersohor itu dalam bentuk bongkahan. Untuk bongkahan Batu Bacan, Ismat mematok harga sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.

Batu yang diperoleh dari Pulau Bacan yang bisa disambangi dengan waktu tempuh 4 jam dengan kapal cepat dari Ternate itu juga digemari kolektor dari negara-negara lain. Tak jarang, mereka jauh-jauh datang ke Ternate hanya untuk menikmati keindahan Batu Bacan. Dahulu batu Bacan dianggap warga batu biasa. Bahkan harganya diecer sampai 3 bongkah Rp 20 ribu. Tapi itu dulu, kini batu itu diincar banyak orang termasuk dari mancanegara.

"Batu ini juga disukai dari Taiwan, Jepang, Korea, Filipina. Macam-macam datang cari batu ini. Biasanya mereka beli bongkahan lalu digosok sendiri," kata Ismat.

(dha/ndr)