"JK yang sekarang lebih soft. Dia tahu persis posisinya jadi wapres yang seperti ban serep. Lagipula gaya SBY dan Jokowi berbeda," kata Peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti saat ditanya apakah akan ada '2 matahari' antara Jokowi-JK nantinya.
Hal ini disampaikannya pada wartawan usai diskusi โSmart FM di Rarampa Restoran Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2014). Menurutnya, pada tahun 2004, JK terlihat banyak bergerak sendiri dan sangat menampakkan perbedaannya dengan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat kebijakan publik Medrial Alamsyah menyebut jika perpecahan antara Jokowi-JK diperkirakan sulit terjadi. Hal ini karena meski keduanya memiliki tipe yang doyaan blusukan, sikap saling menghormati yang dilakukan Jokowi dan JK menjadi alasan utama bersatunya pasangan ini.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pun dinilainya tak akan mengintervensi pemerintahan. Mengangkat Jokowi dan JK yang sama sekali bukan petinggi partai membuatnya menilai Megawati sudah legowo dan tak akan ikut campur.
"Beliau akan jadi guru saja. Kalau โbeliau keluar dan mengintervensi, akan memperlihatkan jika Jokowi adalah presiden boneka," ujar Medrial.
(bil/mok)











































