Berseragam serba hijau, Aziz siaga dari pagi hingga sore hari di halaman depan gerbang utama Masjid Nabawi. Dia bertugas menjaga air minum yang disediakan di pelataran sebelah kiri King Fadh Gate di Masjid Nabawi. Halaman Masjid Nabawi yang tertutup payung raksasa pun makin sejuk dengan tegukan air yang disediakan di andungan air minum berukuran sekitar 3x2 meter.
Aziz bertugas menjaga andungan air itu. Air tersebut bertuliskan "air minum dingin" dalam bahasa Arab. Aziz belum lama meninggalkan istri dan anaknya di Jombang untuk mengadu nasib ke kota Nabi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bahasa arabnya cukup fasih. Beberapa kali dia menyapa sesama petugas dengan bahasa Arab. Meskipun beberapa petugas bercakap-cakap dengannya dengan Bahasa Jawa bak di kampung halaman sendiri.
Sembari melayani Jamaah yang tak henti-hentinya mampir minum, Aziz menjawab pertanyaan-pertanyaan santai wartawan. Tak jarang Aziz tersenyum menyapa para jamaah.
Aziz menuturkan di musim haji bisa 6000 gelas plastik kandas dalam sehari. Di hari biasa pun gelas yang terpakai tak pernah kurang dari seribu.
"Kalau pas ada jamaah umroh, jamaah haji, itu sampai 6.000 gelas. Yang di luar ini air biasa, yang di dalam masjid air zam-zam," katanya berbincang dengan detikcom, Jumat 29 September kemarin.
Bekerja menjaga air mineral untuk para jamaah, Aziz juga tak terlewatkan beribadah. Karena bekerja tepat di depan Masjid Nabawi, dia juga bisa salat jamaah tepat waktu.
"Waktunya salat ya tetap salat mas, "katanya.
Memang Masjid Nabawi luar biasa ramai saat salat. Semua pertokoan sepanjang depan jalan Masjid ditutup untuk salat. Mereka baru buka kembali setelah salat. Jamaahnya pun selalu meluber sampai halaman depan Masjid. Subhanallah.
(van/aan)











































