"Ketika saksi sudah diperiksa, dipanggil begitu ditanyakan pernyataan itu betul kemudian apakah ada pertanyaan lain katanya ada. Tapi, kenapa tidak ditayangkan. Tapi lari-lari, diulang-ulang lagi. Jadi ada sesuatu yang disembunyikan," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/8/2014).
"Kalau saya menganilisa apakah ada upaya tertentu untuk pembusukan institusi Polri? Karena jelas tayangannya separuh. Padahal, ada tayangan lain. Itu analisis bisa benar bisa salah," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya sekedar kasus itu, tapi ada sesuatu yang disembunyikan. Faktanya, saksi yang kita periksa belum selesai diperiksa ijin keluar tidak pulang-pulang. Berarti ada yang disembunyikan," ujar Sutarman.
"Saya tidak mengerti ini. Apakah ada skenario pembusukan institusi Polri. Ini penting mengapa saya ambil alih. Untuk mengambil langkah hukum," imbuhnya.
(ahy/rvk)










































