Kantor Gubernur Aceh Dioperasikan
Rabu, 05 Jan 2005 14:55 WIB
Jakarta - Kantor Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam mulai pukul 14.00 WIB difungsikan kembali seperti semula. Sebelumnya, pasca gempa dan tsunami kantor gubernur ini dijadikan tempat penampungan mayat-mayat yang belum dimakamkan.Hal ini disampaikan Sekjen Depdagri Siti Nurbaya kepada detikcom dikantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, (5/1/2005). "Jenazah yang berada di lantai dasar yang sebelumnya banyak tergeletak di sana, saat ini sudah dievakuasi dan lantai tersebut sudah bersih. Ini adalah informasi terakhir yang kami dapat dari Aceh per 13.30 WIB," kata Nurbaya.Nurbaya juga mengungkapkan, kondisi terakhir kabupaten/kota di Aceh dan alat transportasi yang bisa ditempuh dari hasil pantauan Depdagri.Disebutkan Nurbaya, beberapa daerah seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Beureun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, kota Langsa dan Aceh Tamiang saat ini sudah bisa dilalui lewat jalur darat.Sementara daerah yang bisa dilalui lewat jalur laut adalah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.Untuk kondisi terakhir bupati/walikota, menurut Nurbaya, baru dua daerah yang diketahui bupatinya meninggal, yakni Banda Aceh dan Nagan Raya. Sedangkan daerah yang terpantau adalah Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Barat dan Aceh Jaya dan sisanya belum terpantau.
(umi/)











































