Dua Pasien Anak Asal Aceh Meninggal di RS Harapan Kita
Rabu, 05 Jan 2005 14:01 WIB
Jakarta -
Upaya tim medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita untuk menyelamatkan nyawa Rahmat Suhada (1 tahun 5 bulan) dan Desi Chaerani (1 tahun 6 bulan) yang menjadi korban gempa dan tsunami di Aceh tidak membuahkan hasil. Keduanya menghembuskan nafas terakhir pada Senin, (3/1/2005), lalu dan Rabu pagi.Rahmat Suhada meninggal pada Senin lalu tepat pukul 15.00 WIB akibat menderita muntaber dan Desi meninggal Rabu, pukul 07.00 WIB karena menderita radang paru-paru akut akibat mengisap lumpur air laut dan mutaber. Menurut dokter spesialis anak Eva J. Sulaiman kepada wartawan di RS Harapan Kita, Jl. S. Parman, Jakarta, Rabu, (5/1/2005), kedua batita tersebut sebelumnya dirawat di ruang ICU. "Jadi dari ruang ICU yang meninggal dua orang karena radang paru-paru hebat dan muntaber," kata Eva sambil menambahkan bahwa kedua batita ini sudah dimakamkan di pemakaman umum Menteng Pulo.Sebelumnya, RSIA Harapan Kita menerima tujuh pasien rawat inap dari Aceh. Saat ini jumlah pasien menyusut tinggal empat orang karena satu pasien sudah dibolehkan pulang. Empat korban tsunami yang masih dirawat adalah Mariana (36 tahun) yang dalam kondisi hamil 8 bulan, Maharani Aulina (2 tahun 3 bulan) yang menderita muntaber, panas, dan radang paru-paru, Cut Adam (1 tahun 9 bulan) yang menderita muntaber dan Cut Fabian (5 bulan) menderita muntaber.Selain itu, Eva juga mengungkapkan hari ini Harapan Kita menerima lima pasien rawat jalan dari Aceh yakni, yaitu Oriza Salsabila (2 tahun) yang muntaber dan panas, Ira Soraya (12 tahun) yang mengeluh sakit di telinganya, Ayu Marsela (11 tahun) menderita sesak nafas, Sunardi (43 tahun) yang menderita sakit dada, dan Wilda (35 tahun) dengan keluhan yang sama.Namun, kata dia, mengingat kondisi Oriza yang mengkhawatirkan, maka pihak rumah sakit memutuskan untuk merawat anak tersebut di rumah sakit.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































