Duh, Polisi Kesulitan Mencari Senjata Api Adiguna
Rabu, 05 Jan 2005 13:40 WIB
Jakarta - Sampai hari kelima penembakan terhadap Yohannes Brachmans Haerudy Natong (Rudy), polisi masih kesulitan menemukan senjata api yang digunakan Adiguna Sutowo untuk menembak Rudy. Polisi masih terus mencarinya. Senjata api ini merupakan barang bukti yang paling penting untuk memastikan bahwa pelakunya ada Adiguna. Saat polisi datang ke tempat kejadian perkara di Fluid Club Hotel Hilton pada Sabtu (1/1/2005) dinihari, tidak menemukan senjata api yang digunakan Adiguna. "Ya, sampai sekarang belum ketemu," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (5/1/2005) saat ditanya mengenai senjata api yang digunakan Adiguna. Sampai sekarang, polisi hanya menemukan 19 butir peluru berkaliber 22 di kamar Adiguna di Hotel Hilton. Kaliber peluru ini sama dengan peluru yang menembus dahi dan dagu Rudy. Ke-19 peluru ini ditemukan polisi di dalam bak air kloset di kamar mandi kamar Adiguna. Selain itu, polisi juga menemukan handuk, baju, dan tisu yang berlumuran darah di kamar Adiguna. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya 16 saksi. Dari jumlah saksi itu, 15 saksi melihat Adiguna-lah yang menembak Rudy. Paiman tidak menjelaskan kesulitan-kesulitan apa yang dialami polisi dalam mencari senjata api tersebut. Namun, Paiman menduga, senjata api yang digunakan Adiguna Sutowo itu bisa ilegal, bisa resmi. "Misalnya, senjata api itu milik orang lain. Bila benar milik orang lain, pemiliknya juga bisa dikenakan sanksi karena memimjamkan atau memberikan pada seseorang," kata Paiman.Tapi, polisi tidak perlu berlama-lama memproses kasus ini, meski senjata api belum ditemukan. Polisi akan mencocokkan peluru yang ditemukan di kamar Adiguna dengan peluru yang menewaskan korban. "Yang sekarang digunakan adalah keterangan saksi, perbandingan antara proyektil dan 19 butir peluru yang ditemukan di kamar dan bercak darah yang ditemukan di kamar Adiguna. Sekarang proyektil dan darah sedang diteliti di labfor," demikian Paiman.
(asy/)











































