Sepertiga Lebih Bantuan Aceh di Semarang Tak Layak Kirim

Sepertiga Lebih Bantuan Aceh di Semarang Tak Layak Kirim

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 13:07 WIB
Semarang - Menyumbang bencana tsunami pun perlu keseriusan. Barang yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi, jangan Anda sumbangkan. Jika nekat, barang itu bakal batal dikirimkan ke Aceh, bahkan hanya menambah pekerjaan relawan saja.Itulah yang terjadi di Semarang. Sepertiga lebih bantuan dari masyarakat dan instansi tak jadi dikirim Aceh karena kondisinya rusak dari sononya. Barang itu dinilai tak layak.disumbangkan.Di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang Jl Pemuda, berkarung-karung bantuan pakaian digeletakkan begitu saja di gudang. Sebagian di antara pakaian itu sobek-sobek dan bernoda. Selain itu, ada yang berupa celana dalam dan BH yang dinilai tak layak dikirimkan ke Aceh.Sementara di PMI Cabang Semarang Jalan Soegiopranoto, kondisinya tak jauh berbeda. Beberapa relawan tampak menyisihkan pakaian. Sepertiga lebih bantuan yang tak jadi dikirim tersebut ditaruh di tempat yang berbeda.Staf Bagian Umum Pemkot Semarang Muhamad Tavip menyatakan, pakaian yang rusak dan tidak jadi dikirim ke Aceh akan diberikan ke panti asuhan. Hal itu dilakukan agar bantuan tersebut tidak menumpuk di gudang."Masak pakaian sobek dan bernoda, atau celana dalam, kami kirim. Semua bantuan kami sortir dulu. Setelah itu, yang baik kami kirim ke Rumah Dinas Walikota sebelum disalurkan ke Aceh. Sementara yang rusak kami simpan dan akan disalurkan ke tempat lain," katanya ketika ditemui di Balaikota Semarang, Rabu (5/1/2005).Rumah Sakit JiwaKomandan Relawan Satgana (Satuan Siaga Bencana) PMI Cabang Semarang Sugiharsi mengaku kesal dengan ulah pemberi bantuan yang tak serius itu. "Pakaian yang tak layak pakai itu cuma menambah kerja para relawan saja. Kami harus meneliti kembali berkarung-karung pakaian tersebut," katanya di gudang PMI.Meski demikian, kata Sugi, pakaian-pakaian tersebut tetap saja disimpan. Karena pihaknya akan menyalurkannya ke panti asuhan atau rumah sakit jiwa. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban PMI."Beberapa hari lalu, RS Margono mengambil pakaian yang tak jadi dikirim itu. Mereka memberikannya pada orang-orang gila yang dirawat di RS-nya," kata Sugi.Berbeda dengan Pemkot Semarang yang belum memastikan kapan akan menyalurkan bantuan, PMI Cabang Semarang telah beberapa kali mengirim bantuan ke Aceh beberapa kali. Sejak Sabtu lalu (02/01) sampai hari ini, mereka telah memberangkatkan sekitar 11 ton pakaian.Uang senilai Rp 46 juta, 4 kuintal beras, dan puluhan kardus air mineral juga telah diangkut menuju Aceh melalui Jakarta dengan pesawat cargo Garuda. Karena sudah terlalu banyak bantuan berupa pakaian telah ditutup. PMI hanya menerima bantuan berupa uang, makanan, dan minuman. (nrl/)


Berita Terkait