FPDIP Tolak Sukhoi, Setuju Heli

FPDIP Tolak Sukhoi, Setuju Heli

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 13:00 WIB
Jakarta - Fraksi PDIP DPR menolak usul pemerintah yang berniat membeli satu skuadron pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi. Pasalnya, pembelian peralatan tersebut tidak terlalu mendesak."Mengingat potensi konflik di beberapa daerah dan potensi bencana alam masih tinggi dan menjadi ancaman di Indonesia, maka kebutuhan akan helikopter sangat mendesak," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (5/1/2004).Sebelumnya, pemerintah melalui Departemen Pertahanan mengajukan dana sekitar Rp 8 triliun ke DPR. Bila disetujui, dana ini digunakan untuk pembelian 1 skuadron Sukhoi dan 24 unit helikopter."Jadi, yang diprioritaskan adalah pembelian helikopter saja dulu untuk tahun anggaran ini," tukas Tjahjo.Menurutnya, justru lebih penting membeli pesawat Hercules dibandingkan Sukhoi. "Apalagi Hercules yg dimiliki TNI-AU sangat kurang dan sudah tua untuk mendukung gerak cepat di lapangan. Jadi, pembelian Sukhoi lebih baik ditunda dulu," tandasnya.FPDIP, lanjut dia, juga menolak mekanisme pembelian peralatan TNI dengan cara kredit ekspor. Pasalnya, hal itu memungkinkan adanya indikasi mark up dan percaloan," tuturnya.Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar pembelian tersebut dilakukan dengan imbal dagang. "Mekanisme imbal dagang lebih baik dan yang penting harus G to G (antar pemerintah resmi)," demikian Tjahjo. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads