Pertamina Diminta Tambah Pasokan Avtur di Pekanbaru
Rabu, 05 Jan 2005 12:34 WIB
Pekanbaru - Komandan Angkatan Udara Pekan Baru Kol. R. Hari Muljono meminta Pertamina menambah persediaan bahan bakar avtur untuk kebutuhan pesawat komersil, termasuk Hercules guna mengantisipasi rutinitas penerbangan yang semakin padat di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, pasca gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut.Menurut Hari di Lanud Pekanbaru, Rabu, (5/1/2005), sebelum kejadian gempa dan tsunami di ACeh dan Sumut rata-rata kebutuhan avtur hanya 156 ribu liter. Namun dengan banyaknya pengungsi yang diangkut oleh pesawat komersil atau Hercules kebutuhan avtur meningkat hingga 280 ribu liter/hari.Dia memperkirakan Bandara Sultan Syarif Kasim memiliki daya tampung avtur sebanyak 800 ribu liter, sehingga sebelum terjadi kekurangan bahan bakar yang menyebabkan terlambatnya jadwal penerbangan diharapkan Pertamina sudah bisa memenuhi kebutuhan tersebut.Sejak pasca tsunami di Aceh, lanjut dia, Bandara Sultan Syarif Kasim hampir setiap hari menampung 100 pengungsi Aceh yang transit di Pekan Baru. Para pengungsi ini diangkut oleh pesawat Hercules milik TNI AU yang sebelumnya mengirim bantuan ke Aceh. Rata-rata para pengungsi ini menginap 1-2 hari di pekan baru sebelum melanjutkan perjalannya ke Jakarta.Diungkapkan, setiap hari minimal jadwal penerbangan dari Lanud Pekanbaru menuju Banda Aceh mencapai 10-12 kali penerbangan. Untuk pesawat Hercules, dia mengatakan, hanya ada dua yang setiap harinya berangkat ke Aceh. Di mana satu diantaranya diterbangkan dari Semarang, namun selalu transit di lanud Pekanbaru untuk mengisi bahan bakar.Mengenai kemungkinan pengungsi menetap di Pekanbaru, Hari hanya mengatakan, pihaknya akan berusaha mewaspadai hal itu. Pasalnya, hingga kini pemerintah provinsi belum menyediakan tempat penampungan untuk pengungsi Aceh secara permanen.
(umi/)











































