Takut Muncul Utang, Pemuda Semarang Demo KTT Tsunami

Takut Muncul Utang, Pemuda Semarang Demo KTT Tsunami

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 12:17 WIB
Semarang - Uluran tangan negara-negara besar terhadap korban gempa dan tsunami di Aceh bukan tanpa masalah. Sejumlah aktivis FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) Jateng berunjuk rasa karena mencurigai KTT Tsunami di Jakarta melahirkan utang.Aksi unjuk rasa itu dilakukan di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl Pahlawan, Rabu (5/1/2005). Di tempat yang sering jadi ajang unjuk rasa semua kelompok itu, mereka membentangkan poster yang bertuliskan "Stop utang dengan alasan apa pun", "Tsunami jangan dijadikan alat nego", dan lain-lain.Mereka berorasi sembari membagi-bagikan selebaran ke pengguna jalan. Dalam orasinya mereka menyatakan, bantuan negara-negara donor seperti Amerika, Jepang, Inggris, dan Australia bukan sesuatu yang tulus, melainkan ada imbalannya."KTT Tsunami yang dilakukan 6 Januari besok hanya akal-akalan negara-negara donor untuk mencengkeram Indonesia. Di dalam forum itu, mereka mengonsolidasikan diri secara sistematis," kata Koordinator Aksi, Tatang.Negara, katanya, bisa membangun Aceh tanpa utang. Misalnya dengan memotong gaji aparat pemerintah dan anggaran negara, dan iuran masyarakat. Jika setiap orang dimintai Rp 2.000 per orang, dengan jumlah penduduk 200 juta, maka dana yang terkumpul bisa digunakan membangun kembali Aceh."Tanpa utang dan belas kasihan negara donor kita bisa membangun Aceh. Jangan sampai bencana yang menewaskan puluhan ribu orang itu jadi bumerang bagi kita," tandasnya.Sekitar pukul 12.00 WIB, para aktivis FPPI mengakhiri aksinya. Mereka menutup aksi itu dengan pembacaan pernyataan sikap dan sumpah mahasiswa. Karena jumlahnya yang tak seberapa, aksi tersebut tak sempat memacetkan jalan. Pengawalan polisi juga biasa saja. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads