Tsunami Datang, Osama Dicuekin

Tsunami Datang, Osama Dicuekin

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 12:14 WIB
Jakarta - Ini sepenggal cerita yang tercecer. Sehari setelah tsunami menelan 150 ribu jiwa manusia, Osama bin Laden mengeluarkan rekaman terbarunya. Tapi tak ada yang peduli.Padahal sebelum ada tsunami, berita mengenai terorisme hampir selalu mendapat perhatian paling utama. Apalagi kalau ada perkembangan terbaru mengenai Osama bin Laden. Tapi kali ini tidak ada ngeh atau malahan tidak tahu dengan rekaman terbaru Osama.Bahkan Amerika Serikat yang paling getol dengan slogan perang melawan terorisme itu berpaling. Amerika lebih sibuk membantu para korban tsunami yang menimpa 12 negara Asia-Afrika dan memakan korban jiwa dari berbagai negara di belahan bumi ini, termasuk Eropa.Bencana tsunami terjadi pada 26 Desember 2004. Sehari kemudian, rekaman terbaru Osama ditayangkan televisi Al-Jazeera. Osama menyerukan boikot Pemilu pada 30 Januari di Irak, serta menyatakan dukungan kepada Abu-Musab al-Zarqawi sebagai wakilnya di Irak.Tapi sepertinya, pesan yang disampaikan Osama terdengar sepele dibandingkan dengan bencana tsunami yang melanda negara seperti Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand.Mengapa demikian? Situs CNN, Rabu (5/1/2005) mengungkapkan bagaimana seorang pakar pengamat Al Qaeda dan terorisme lebih memfokuskan perhatian pada teman-temannya yang hilang akibat tsunami. Saking berdukanya, rekaman terbaru Osama pun dicuekin.Dia adalah Rohan Gunaratna, peneliti senior di Institut Studi Pertahanan dan Strategi di Singapura. Pria yang lahir dan tumbuh besar di Sri Lanka ini berkali-kali muncul di televisi memberikan pendapatnya mengenai Al Qaeda dan terorisme. Dia ahli mengamati bom bunuh diri karena gerilyawan Macan Tamil di kampung halamannya menggunakan serangan semacam itu sejak 1987.Kini kerjanya hanya meratapi teman-temannya yang hilang diterjang tsunami dan terhenyak dengan banyaknya korban tewas dari berbagai negara."Ide untuk berperang melawan terorisme sudah hilang dari benak Amerika dan negara-negara barat. Kini yang terlihat adalah helikopter-helikopter Amerika yang membawa barang bantuan ke Aceh. Bencana alam tsunami telah membuat isu terorisme menjadi jenuh," ujar Gunaratna.Pakar terorisme lainnya Zach Abuza, seorang profesor masalah Asia Tenggara di Universitas Simmons di Boston AS menilai bencana tsunami bisa menyurutkan isu perang melawan terorisme.Semoga niat melakukan kegiatan terorisme juga surut. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads