"Penyebabnya masih proses penyelidikan," kata Kepala Humas Unit Pengelola Transjakarta, Sri Ulina Pinem kepada detikcom, Kamis (28/8/2014).
Pemeriksaan dilakukan oleh unit pengelola TransJ dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM). "Mereka akan mengecek apakah dari sisi mesin atau bukan," jelas Sri.
Sri mengungkapkan bus gandeng yang terbakar merek Yutong buatan Cina yang diproduksi tahun 2013 dan mulai beroperasi 2014. Menurutnya, kejadian seperti ini baru dialami bus gandeng. Biasanya bus hanya mengalami kerusakan ringan.
"Ini kita juga bingung tiba-tiba ada ledakan sampai ngabisin bus," katanya.
Sri yang memantau langsung proses evakuasi bus yang terbakar hangus itu mengatakan, bus akan dibawa ke pul di Cawang. Di sana tim akan melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran.
"Penyeldikan tergantung kendaraan itu sendiri, beda-beda (waktunya-red) tergantung keadaanya," ucap Sri saat ditanya kapan hasil pemeriksaan bisa diketahui.
(slm/nrl)











































