"Saya ingin menyampaikan bahwa saat ini saya masih dalam status kontrak sebagai Bupati Bantaeng hingga tahun 2018 yang akan datang, oleh karena itu jika ternyata saya dibutuhkan untuk bergabung dalam Kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi – JK, tentunya saya akan minta restu dan keikhlasan dari masyarakat Bantaeng," kata Nurdin saat ditanya kesediaannya bila ditunjuk sebagai menteri, Rabu (27/8/2014). Hal ini ia sampaikan lewat wawancara melalui surat elektronik dengan detikcom.
Sebelum menjabat sebagai Bupati pada tahun 2008, Nurdin adalah dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar dan Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia. Jabatan itu ia lepaskan ketika terpilih menjadi bupati dan kemudian terpilih kembali pada periode kedua di tahun 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantaeng yang dulunya termasuk dalam daerah tertinggal, kini menjadi daerah tujuan wisata dan investasi. Inovasi di berbagai bidang dilakukan oleh Nurdin, termasuk di bidang pertanian. Saat ditanya tentang kementerian yang ia rasa cocok untuk pimpin, Nurdin memilih untuk setia pada bidang keilmuannya yaitu pertanian.
"Jika harus memilih, tentunya saya pilih yang sesuai dengan bidang keilmuan saya yakni yang mengurusi sektor pertanian, sebagai sektor yang agrokompleks yakni pertanian, perikanan dan kehutanan," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai program Nawa Cita yang diusung Jokowi-JK, alumnus Universitas Hasanudin dan Universitas Kyushu Jepang ini mengejewantahkannya dalam bentuk perwujudan kedaulatan pangan. Nurdin bercita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir pangan dunia.
"Melalui perwujudan “kedaulatan pangan” dengan meminimalkan impor bahan pangan yang mampu diproduksi secara mandiri oleh petani-petani yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting, sebab kita ketahui bersama bahwa 69 tahun Indonesia merdeka profesi sebagi petani hingga saat ini masih identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Fenomena ini wajib untuk direformasi di mana profesi sebagai petani adalah profesi yang paling menjanjikan. Dengan terwujudnya kemandirian petani, kami optimis bahwa Indonesia kedepan menjadi eksportir pangan dunia yang berkualitas dan memiliki daya saing. Produksi hasil-hasil pertanian Indonesia harus berkarakter sehingga diminati oleh konsumen dunia," jelasnya.
Anda bisa mengusulkan penempatan kementerian yang cocok untuk M Nurdin Abdullah dan memberi informasi umpan balik kepada kami melalui link ini. Anda juga dapat melihat profil calon menteri lainnya di sini.
(imk/erd)











































