Blusukan sudah menjadi ciri khas bagi presiden terpilih yang juga Gubernur DKI Joko Widodo. Hanya dalam keadaan tertentu Jokowi akan berada di kantor seharian. Selebihnya, eks Walikota Solo itu sibuk blusukan setiap hari.
Jokowi menilai turun ke lapangan menjadi salah satu cara efektif menjadi pemimpin karena dapat melihat masalah yang terjadi di masyarakat secara langsung. Ia menolak menjadi pimpinan yang hanya sibuk di kantor dan mendengar laporan ABS (asal bapak senang) dari bawahannya.
Bersama Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, yang didapuknya menjadi wakil gubernur pada pilkada DKI 2012, Jokowi membagi tugas. Jokowi blusukan bertemu masyarakat sedangkan Ahok yang mengawasi kinerja birokratnya dari dalam kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo-Hatta, saat itulah status Jokowi sebagai presiden terpilih menjadi sah. Dengan begitu, pengamanan terhadap dirinya turut berubah.
Jika biasanya dikawal aparat kepolisian, kini Jokowi dikawal Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Standar keamanan pun ditingkatkan. Bersama Paspampres, Jokowi juga difasilitasi mobil kepresidenan Mercedes Benz S Class yang anti peluru dan dilengkapi teknologi tinggi.
Selasa (26/8/2014) kemarin, untuk pertama kalinya Jokowi blusukan dengan pengawalan Paspampres. Saat hendak berangkat, para Paspampres yang awalnya mengenakan setelan jas berganti baju batik lengan panjang. Iring-iringan Jokowi juga sempat merasakan macetnya Jalan Sudirman di siang hari.
Meski Jokowi tetap menumpang Toyota Innova, mobil kepresiden untuknya tetap ikut dalam iring-iringan. Sekurangnya 7 mobil dan 4 motor dari Paspampres ikut dalam iring-iringan.
Setelah meninjau pembangunan sodetan kali Ciliwung-KBT, Jokowi melanjutkan blusukannya meninjau pengerukan waduk Rawa Kendal di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Warga yang sudah mengetahui Jokowi akan datang langsung menyerbu ketika ia tiba di lokasi. Namun, sesuai standar prosedur keamanan, beberapa Paspampres tetap harus menjaga jarak warga dengan Jokowi.
Menurut 'Sang Gubernur DKI' ini, salah satu tujuan blusukannya untuk melihat adaptasi para Paspampres dengan pola blusukannya.
"Saya juga mau lihat kalau mereka (Paspampres) masuk ke sini (blusukan) kayak apa," kata Jokowi pada wartawan kemarin.
Ia mengaku tak masalah dengan pengamanan yang dilakukan Paspampres. Ia dengan leluasa berjalan meninjau pengerukan waduk ke beberapa titik bersama bawahannya.
Tinggallah para Paspampres yang sibuk menjaga warga yang terus mengikuti langkah Jokowi. Mereka menjaga agar warga tak dalam jarak yang cukup dekat dengan Jokowi.
Ketika ditanya wartawan tentang pengamanan Paspampres saat blusukan, Jokowi justru meminta salah satu anggota Paspampres, yaitu Mayor Anan untuk menjelaskan. Anan sempat kikuk saat diminta Jokowi berbicara kepada media. Pasalnya, para personel Paspampres tak dibolehkan berbicara kepada media.
"Pada dasarnya pas menyesuaikan keinginan bapak, SOP yang kita pegang dilaksanakan dan prosedur dijaga betul," ujar dengan nada yang tegas.
Mengetahui yang akan dikawalnya doyan blusukan, Anan mengaku Paspampres yang ditugaskan mengawal Jokowi sempat melakukan beberapa simulasi blusukan sebelum benar-benar bertugas.
"Ada simulasi (blusukan) kan," ucapnya.
Ia mengatakan pada dasarnya warga masih tetap berfoto dengan Jokowi. Namun, tetap tak bisa terlalu dekat.
"Kalau diajak sangat berdekatan, ya tetap jaga kesopanan," ucapnya.
Kebiasaan Jokowi yang membagikan buku untuk warga usai blusukan masih tetap dilakukannya. Bedanya, kalau biasanya ajudan dan para pengawal yang membagikan, kini para Paspampres yang walau masih terlihat agak kikuk menggantikan posisi untuk membagi-bagikan buku pada warga.
(bil/rmd)











































