Disparbud DKI menggelar acara Jakarta Roadshow 2014 di Xiamen, Tiongkok pada 20-21 Agusttus 2014. Acara itu mempertemukan puluhan pelaku usaha industri pariwisata dari Jakarta dengan ratusan stakeholder pariwisata dari Tiongkok.
Kepala Disparbud DKI Arie Budiman mengatakan, dalam kesempatan itu disampaikan Jakarta sangat menarik dan aman untuk dikunjungi, meski usai pelaksanaan Pemilu 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arie mengatakan, dalam lima tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jakarta terus meningkat. Dari 8,8 juta wisatawan, 10 persennya merupakan wisatawan asal Tiongkok.
"Dengan potensi yang dimiliki Jakarta, serta dukungan infrastruktur transportasi yang tersedia, kami optimis jumlah kunjungan wisman Tiongkok ke Jakarta akan semakin besar. Karena itu, melalui Jakarta Roadshow 2014 ini, kami ingin menunjukkan Jakarta yang selalu siap menerima kedatangan para wisman, tidak terkecuali dari Tiongkok," tuturnya.
"Rata-rata pertumbuhan wisatawan ke Jakarta sekitar 7-10 persen per tahun. Jakarta Roadshow 2014 juga bertujuan untuk mempromosikan Jakarta sebagai destinasi wisata yang tidak kalah dibandingkan daerah lain di Indonesia dan kota besar lainnya di dunia," tambah Arie.
Arie mengatakan, dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jakarta, maka bertambah pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Jakarta. Tahun 2013, jumlah wisatawan ke Jakarta mencapai angka 2,129 juta dengan rata-rata pengeluaran US$ 160 per hari. Sehingga hal ini bisa menambah devisa negara sekitar US$ 1,729 miliar.
"Ke depan, diharapkan kontribusi tersebut akan terus meningkat sehingga efektivitas kegiatan promosi perlu lebih ditingkatkan dari waktu ke waktu," tuturnya.
(jor/rni)











































