"Iya sudah masuk tahap FS, dari Jepang juga. Ya kita bilang kalau dia mau sekalian, ya sudah sekalian sekalian saja dikebut," kata Ahok di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2014).
Menurut dia, saat ini sudah ada investor dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang melakukan uji kelayakan implementasi bisnisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya saya pikir kalau 3-4 tahun ini mau menderita ya biarin deh, kita hajar sajalah. Daripada terus-terus begini, sakitnya lama kan kamu lebih baik 3-4 tahun menderita tapi jaringan (transportasi) itu ada," ujarnya.
Sedangkan untuk anggaran, menurut Ahok, nantinya akan tetap memakai mekanisme pendanaan seperti MRT jalur Utara-Selatan, yakni dari Lebak Bulus-Kampung Bandan. "Anggarannya kita tanggung lagi kan, 51-49, pusat 51% atau kami yang 51%, enggak apa-apa," kata Ahok.
Dalam kesempatan terpisah, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Sarwo Handayani, menambahkan pihaknya tidak hanya mendorong pembangunan dari sisi Utara-Selatan. "Sekarang kita lagi mempersiapkan Timur-Barat juga, sekarang sudah masuk tahap FS, feasibility study," kata perempuan yang akrab disapa Bu Yani ini.
(ros/aan)











































