PM Singapura Kunjungi Meulaboh dan Banda Aceh
Rabu, 05 Jan 2005 00:40 WIB
Banda Aceh - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Selasa (4/1/2005), berkunjung ke Meulaboh dan Banda Aceh. Kedatangan Lee Hsien Loong tersebut bertujuan untuk meninjau dari dekat kesiapan timnya dalam membantu korban bencana alam gempa dan tsunami di Aceh. Lee Hsien Loong didampingi Menteri Pertahanan Theo Chee Hian tiba di Pangkalan TNI AU Avron Polonia, Medan sekitar pukul 08.45 WIB dengan pesawat Fokker 27 seri 711 Singapura dan disambut oleh Gubernur Sumatera Utara, Rizal Nurdin.Setelah mendapat penjelasan tentang kondisi terakhir Meulaboh dan Banda Aceh dari Gubernur Sumatera Utara, yang juga koordinator posko penanggulangan bencana wilayah pantai barat, Perdana Menteri Lee Hsien Loong kemudian bertolak ke Meulaboh sekitar pukul 9.15 WIB dengan menggunakan Helikopter Cinook. Di Meulaboh, Lee disambut oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Alwi Shihab. Selama lebih kurang 2 jam di Meulaboh , Lee mengunjungi kamp pengungsi di Komando Resort Militer 112 Teuku Umar dan kantor Bupati Aceh Barat. Di kamp pengungsi yang berada di Kantor Bupati Aceh Barat yang menampung sekitar 12 ribu pengungsi , Lee Hsien Loong menyaksikan tim medis dari Singapura yang melakukan perawatan korban gempa dan tsunami. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh, Lee Hsien Loong yang didamping oleh Menko Kesra Alwi Shihab dan Duta Besar Singapura Edward Lee kemudian melihat alat-alat berat yang berada di atas kapal Landing Ship Tank (LST) milik pemerintah Singapura. Kepada wartawan di Bandara Iskandar Muda banda Aceh, Lee Hsien Loong mengatakan, kondisi Meulaboh dan Banda Aceh saat ini sudah tidak separah apa yang dia saksikan sebelumnya lewat pemberitaan. Bantuan-bantuan sudah mulai berdatangan dan masyarakat sudah mendapat perawatan di posko-posko kesehatan."Ini kunjungan pertama saya ke Meulaboh dan Banda Aceh. Pemerintah Singapura akan memberikan bantuan tahap demi tahap untuk memulihkan kondisi Kota Meulaboh," kata Lee.Masyarakat Aceh saat ini membutuhkan pemulihan kondisi kesehatan mereka. Karena itu Pemerintah Singapura akan mengirimkan tambahan dokter dan tim medis ke sini," ujar Lee. Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Edward Lee menyebutkan, keseriusan PemerintahSingapura untuk membantu Indonesia bisa dilihat dengan menambah helikopter Cinook dan Super Puma yang tadinya 2 unit menjadi 6 unit. Penambahan armada udara ini akan memudahkan suplai makanan dan tim medis serta teknisi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.Sehari sebelumnya,pemerintah Singapura juga mengirimkan 500 personil angkatan bersenjata. Khusus Kota meulaboh, Singapura mempersiapkan 55 personil angkatan bersenjata, 23 tim medis dan 85 orang teknisi.Rehabilitasi AwalSementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Alwi Shihab menyebutkan, Pemerintah Singapura lebih mengkonsentrasikan bantuan ke Kota Meulaboh. Bantuan yang diberikan tersebut sangat membantu rehabilitasi Meulaboh. "Singapura lebih berkonsentrasi untuk merehabilitasi Kota Meulaboh. Bantuan berupa alat-alat berat yang berada di atas kapal LST saya rasa akan sangat membantu pemulihan kota Meulaboh," ujarnya.Dikatakan Alwi, konsentrasi pemerintah Indonesia saat ini tidak lagi para aksi tanggap darurat. Namun telah memasuki tahapan rehabilitasi awal. Dan bantuan dari Singapura tersebut akan membantu pemerintah Indonesia untuk memulai program rehabilitasi awal.Menurut Alwi, pemerintah setidaknya membutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk merehabilitasi Kota Banda Aceh dan kota-kota lain pasca gempa dan tsunami. "Perlu waktu lama karena kondisi kota Banda Aceh maupun kota-kota lain belum sepenuhnya bersih dari mayat yang berada di reruntuhan. Setidaknya perlahan-lahan kita mencoba kembali membangun kota-kota yang menjadi korban bencana," ujar Alwi tanpa merinci jumlah dana untuk program rehabilitasi awal tersebut.
(ton/)











































