Ini Trik 'Nakal' Pengemudi Hadapi Penjualan Premium yang Dibatasi

Ini Trik 'Nakal' Pengemudi Hadapi Penjualan Premium yang Dibatasi

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2014 12:34 WIB
Ini Trik Nakal Pengemudi Hadapi Penjualan Premium yang Dibatasi
Jakarta - Kebijakan Pertamina yang membatasi pasokan Bahan Bakar Minyak bersubsidi berdampak pada pembatasan pembelian di SPBU, salah satunya di Jalan Warung Buncit. Namun pembatasan itu malah melahirkan 'kreasi' pengemudi untuk mensiasatinya.

Seperti yang terjadi pada SPBU 3412701 Warung Buncit, Selasa (26/8/2014). Pantauan, pihak SPBU memasang pengumuman pembatasan pembelian BBM dengan ketentuan; mobil/angkot Rp 150 ribu, truk Rp 300 ribu, bus Rp 450 ribu,β€Ž sepeda motor Rp 50 ribu, metro mini dan kopaja Rp 200 ribu.

"Iya bener, jadi yang dibatasi itu, kan gini, kuota untuk 2014 itu baru bulan juli udah melampaui batas, jadi sisanya sedikit. Jadi sisanya itu harus dicukupkan sampai bulan 12 (Desember)," kata Kepala Bagian Keuangan SPBU tersebut, Susiarto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, jika biasanya pasokan dari Pertamina kisaran 30-40 kilo liter premium setiap hari, kini dibatasi menjadi 24 kilo liter saja.

"Rata-rata penjualan premium 25 kilo liter sehari," ujarnya.

Menurut Susiarto, pihaknya membatasi pembelian agar pembagian BBM dapat merata. "Itu kebijakan kita, supaya merata dapatnya, jangan mentang mobilnya gede, duitnya banyak, gak mikirin orang lain. Istilahnya anak banyak makanan sedikit. Jadinya kayak gini," katanya.

Pembatasan itu pun disiasati oleh para penguna mobil. Mereka tidak terlalu mempermasalahkan pembatasan pembelian tersebut.

β€Ž"Itu kan cuma sekali antrean, bisa muter lagi, balik ngisi lagi," kata pria yang bernama Wundus itu.

(mok/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads