Albertina Ho, Busyro Muqoddas, dan Jimly Banyak Diusulkan Jadi Jaksa Agung

Seleksi Menteri detikcom

Albertina Ho, Busyro Muqoddas, dan Jimly Banyak Diusulkan Jadi Jaksa Agung

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2014 12:25 WIB
Albertina Ho, Busyro Muqoddas, dan Jimly Banyak Diusulkan Jadi Jaksa Agung
Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menginginkan penegakkan hukum yang lebih tegas di Indonesia pada masa kepemimpinannya. Dia pun mempersilakan masyarakat untuk mengusulkan nama-nama calon pembantunya di kabinet, termasuk Jaksa Agung.

Berdasarkan usulan pembaca yang masuk melalui www.seleksimenteri.com hingga Selasa (26/8/2014) pukul 11.45 WIB, Hakim Albertina Ho paling banyak diusulkan menjadi calon Jaksa Agung. Sosoknya yang tegas dan tak pandang bulu menjadi alasan pembaca memilih hakim yang pernah mengadili kasus Gayus Tambunan tersebut.

"Setahu saya yang bersangkutan selalu fokus bekerja; sangat jujur; sederhana dan tegas. Terakhir yang saya tahu beliau menjabat sebagai Waka Pengadilan Negeri di Palembang. Pada waktu menjabat beliau pernah menangani Kasus Gayus Tambunan dan Kasus Cirus. Pelatihan yang dimiliki adalah tindak pidana pencucian uang level advance. Sekarang bersangkutan sedang mengambil kuliah S3," ujar salah seorang pembaca bernama Yualita.

Albertina Ho pernah mengetuai majelis hakim Pengadilan Tipikor dan memvonis mantan jaksa Cirus Sinaga selama 5 tahun penjara. Cirus juga dikenai denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan karena ulahnya menggagalkan tuntutan kasus korupsi terhadap Gayus Tambunan.

Albertina sudah malang melintang di dunia hukum yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang. Sebelumnya dia merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat (2008-2011) dan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (2005-2008).

Menyusul di posisi kedua sebagai calon Jaksa Agung usulan pembaca adalah Wakil Ketua KPK bidang pencegahan Busyro Muqoddas. Karirnya dalam pemberantasan korupsi tidak diragukan lagi.

Busyro juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial (2005-2010) dan dikenal bersikap kritis terhadap DPR kala itu. Salah satunya yang keras soal gaya hidup hedon dan bermewah-mewahan penyelenggara negara.

Sementara itu di urutan ketiga adalah Ketua DKPP Jimly Asshidiqie. Pria yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi belakangan ini kerap muncul ketika mengadili masalah etik penyelenggara pemilu yang berbarengan dengan sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi.

Pembaca juga masih dapat memberikan informasi mengenai nama-nama yang masuk dalam usulan calon menteri melalui laman www.seleksimenteri.com. Ayo kritisi dan beri saran terhadap para calon menteri!

(bpn/erd)


Berita Terkait