"Ada banyak kendala. Salah satunya karena kita kemarin berhubungan dengan rel kereta," kata Kepala Proyek Pintu Air Manggarai, Pardjito, saat diwawancarai detikcom di Pintu Air Manggarai, Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014).
Pardjito mengungkapkan pemasangan box culvert di gorong-gorong cukup rumit. Soalnya, gorong-gorong itu letaknya berada tepat di atas perlintasan kereta api. Karena itu, kata dia, para pekerja harus ekstra hati-hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Pardjito, faktor cuaca menjadi kendala. "Kita kerja di bawah, kadang-kadang cuaca jadi masalah. Kalau hujan kita nggak bisa kerja," ujar dia.
Dikatakan Pardjito, pengerjaan Pintu Air Manggarai saat ini sudah 80 persen. Ia berharap proyek tersebut bisa rampung akhir tahun ini.
"Diusahakan kekejar tahun ini. Sekarang lagi tahap pengerjaan, diprediksi sebulan dua bulan lagi selesai. Pengerjaannya 24 jam nonstop, siang malam kerja supaya cepat selesai," kata Pardjito.
Jika proyek itu rampung maka akan ada 3 pintu di Pintu Air Manggarai sehingga mampu menampung lebih banyak debit air dari Bogor dan Depok.
Saat ini pintu air di tempat tersebut hanya mampu menampung air 330 meter kubik per detik, dan nantinya akan bertambah menjadi 507 meter kubik per detik jika proyek itu selesai dikerjakan akhir tahun ini.
(bar/aan)











































