4 Perempuan Cantik yang Pernah Disebut Ahok Pas Jadi Pendampingnya

4 Perempuan Cantik yang Pernah Disebut Ahok Pas Jadi Pendampingnya

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2014 10:37 WIB
4 Perempuan Cantik yang Pernah Disebut Ahok Pas Jadi Pendampingnya
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - Wagub DKI Basuki T Purnama sedang mencari-cari pengganti dirinya saat tiba saatnya maju menjadi gubernur. Beberapa nama mencuat, namun beberapa di antaranya, bahkan yang terakhir santer disebut, adalah perempuan. Siapa saja perempuan yang diidamkan Ahok mendampinginya memimpin Jakarta?

1. Rieke Diah Pitaloka

(Foto: dok detikcom)
Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama pernah menyebut nama Rieke Diah Pitaloka sebagai kader PDIP yang dijagokannya menggantikan Jokowi di DKI. Apa alasan Ahok memilih Rieke?

"Ibu Rieke itu sudah aku kenal lama. Dari dulu di sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu berjuang bersama," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (13/3/2014).

Ia menilai Rieke sosok politikus yang pro rakyat. Rieke adalah orang yang mendukung Jakarta menjadi model jaminan kesehatan untuk Indonesia.

Meski sama-sama berjuang untuk program JKN, Ahok tetap mengakui dalam beberapa hal ia berbeda pendapat dengan Rieke.

"Tapi ada juga nggak sepahamnya misalnya soal buruh," ujar Ahok santai.

2. Dian Sastrowardoyo

(Foto: dok detikcom)
Selain Rieke Diah Pitaloka yang disebutnya menjadi pendamping, sambil bercanda, ia juga pernah menyebut nama beberapa artis lainnya.

"Siapa lagi ya artis? Cornelia Agatha, eh kalau Dian Sastrowardoyo bisa nggak? Dia dari partai mana sih?" canda Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Ahok memuji Dian Sastro merupakan seniman yang pintar juga lulusan Universitas Indonesia (UI).

Pada 12 Mei 2014 lalu, Dian Sastro berkunjung ke Balai Kota DKI. Dian tergabung dalam mahasiswa Pascasarjana Manajemen UI yang dipimpin sang dosen, Rhenald Kasali. Ahok lantas memberikan kuliah tertutup selama 1 jam pada mahasiswa Pascasarjana itu.

Di akhir kunjungannya, para mahasiswa ini menyempatkan diri untuk berfoto bersama Ahok, tidak terkecuali Dian Sastro. Dian Sastro tampil cantik dengan menggunakan dress terusan warna coklat bermotif dengan rambut dibiarkan terurai.

"Foto berdua dong Pak, sama Dian Sastro," pinta para awak media ke Ahok, Senin (12/5/2014).

Ahok pun tertawa, "Dian-nya yang gak mau. Hahaha!"

Akhirnya Ahok pun foto bersama Dian Sastro. Tetapi, mereka tidak bisa berdampingan karena ada Rhenald Kasali di antara mereka.

3. Sylviana Murni

(Foto: dok detikcom)
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini juga pernah disebut Ahok sebagai calon wagub. "Bu Silvi juga bisa kan," ungkap Ahok saat ditanya siapa yang diidamkan menjadi wagubnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2014).

Siapa Sylviana?

Dr. Hj. Sylviana Murni ,SH,M.Si yang lahir di Jakarta 11 Oktober 55 tahun yang lalu ini adalah peraih gelar None Jakarta tahun 1981. Lantas dia berkarier sebagai PNS sebagai staf/penatar BP-7 DKI periode 1985-1987 dan berlanjut menjadi Staf Biro Pembinaan Mental DKI.

Karier perempuan modis ini terus meroket hingga menjadi Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI periode 2004-2008. Setelah itu, dia menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat tertanggal 21 April 2008 hingga tahun 2012. Dengan prestasi ini, Sylviana merupakan wali kota perempuan pertama di Jakarta.

Perjalanan kariernya sempat dibukukan dengan judul "Pendidikan yang Memerdekakan" yang diluncurkan pada tahun 2008. Buku setebal 251 halaman itu ditulis oleh Saiful Anam.

Di dalamnya menceritakan perjalanan karier Sylviana saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Diknas) DKI Jakarta hingga menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat kala itu.

Sylviana adalah istri dari Gde Sardjana dan memiliki dua putra. Dari segi pendidikan, setelah lulus dari SMP 44 Jakarta dan SMA 12 Jakarta, dia melanjutkan studinya di S1 Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta; S2 di Manajemen Kependudukan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI); dan meraih gelar doktor di Manajemen Pendidikan Fakultas Kependidikan Universitas Jakarta.

Terakhir, dia menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta. Kini, selain menyandang jabatan eselon II tersebut, Sylviana juga menjadi Plt Kasatpol PP menggantikan Effendi Anas. Kini Sylviana menjadi Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata.

4. Sarwo Handayani

(Foto: jakarta.go.id)
Sarwo Handayani adalah deputi gubernur bidang tata ruang dan lingkungan hidup. Bu Yani memulai karier PNS-nya di Bappeda DKI. Kemudian ia dipindahkan ke Biro Administrasi Sarana Perkotaan DKI Jakarta. Setelah itu, Bu Yani menjadi Kepala Dinas Pertamanan pada periode 2004-2008.
juga menjabat sebagai komisaris PT MRT Jakarta sejak 25 April 2013.

Bu Yani memperoleh gelar sarjana di bidang arsitektur dari ITB pada tahun 1979. Setelah itu ia menyandang magister administrasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002.

Pada 20 September 2013, Bu Yani diangkat menjadi deputi gubernur, dilantik oleh Jokowi.

Ahok mengutarakan keinginannya agar Bu Yani bisa menjadi wagub DKI. Namun harapan Ahok ini tergantung pada DPRD DKI, khususnya fraksi PDIP dan Gerindra.

"Bu Yani boleh diajukan daripada pensiun kan. Ya tapi itu kalau dua partai setuju. Bu Yani itu kan sudah mau 60 tahun, mau pensiun. Sudah ada teman-temannya yang SMS ke aku, itu artinya PNS DKI juga semangat. Memang Bu Yani kerjanya bagus banget," ujar Ahok terpisah, Senin (25/7) kemarin.
Halaman 2 dari 5
(nwk/nrl)


Berita Terkait