"Ini tentang bagaimana mendukung hal-hal untuk kebaikan universal, perdamaian, dan berpihak kepada wong cilik. Kami bekerja sama dengan Unesco mengenai bagaimana media ini bisa membantu terciptanya perdamaian dunia," ujar Menkominfo Tifatul Sembiring.
Hal tersebut dinyatakannya di sela-sela acara welcome dinner bersama para peserta GMF di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (25/8/2014). Acara GMF sendiri baru akan dibuka pada Selasa pagi besok di tempat yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul berhaarap forum ini dapat mengintepretasikan kembali, mengenai peran strategis media untuk menjadi solusi persoalan global. Politikus PKS ini yakin, forum ini bisa mengeluarkan poin-poin penting yang nantinya bisa secara nyata membantu PBB.
"Membantu untuk memulai perjalanan berikutnya yang mengarah kepada perdamaian, kemakmuran dan harmoni," ujar Tifatul yang membacakan teks pidato berbahasa Inggris tersebut.
Forum dengan tema 'The Role of Media in Realizing the Future We Want for All' ini akan dihadiri oleh 300 peserta yang berasal dari praktisi media, organisasi wartawan, organisasi media independen dunia pendidikan dan instansi lainnya.
Sedangkan para narasumber yang akan hadir meliputi pejabat dari pemerintah Indonesia, petinggi Unesco dan para praktisi media. Menkominfo Tifatul Sembiring, Mendikbud M Nuh dan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.
"Lalu apa pentingnya bagi Indonesia? Dengan kita menjadi tuan rumah, maka para praktisi media dari Indonesia bisa memberikan pandangannya kepada forum internasional. Jadi kita benar-benar terlibat," ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Freddy Tulung.
(fjp/vid)











































