"Enggak berantem, baik-baik saja kok. Kan kita nggak tahu di pusat seperti apa kan. Kalau di Jakarta, baik-baik saja mereka (Gerindra dan PDIP)," ujar Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2014).
Ahok pun mengangguk ketika ditekankan masalah antara PDIP dengan Gerindra hanya ada di pusat. Walau begitu ia mengaku siap saja menengahi kedua partai itu untuk membicarakan pengisi kursi wagub DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu terkait kriteria pendampingnya, Ahok tak menyebutkan secara spesifik walau beberapa nama artis dan profesional pernah disebut. Ia menyatakan menyerahkan kriteria pendampingnya kepada para anggota dewan DKI.
"Kalau mereka mau kasih, langsung gue ajuin artis dong," ujar Ahok disusul tawanya.
Setelah melontarkan kelakar itu, Ahok akhirnya mengutarakan keinginannya agar Sarwo Handayani yang menjabat sebagai deputi gubernur bidang pembangunan dan Silviana Murni yang menjabat sebagai deputi gubernur bidang kebudayaan dan pariwisata turut dilirik. Menurut Ahok, dua wanita itu bekerja sangat baik dan memiliki kompetensi menjadi pemimpin Jakarta.
"Bu Yani boleh diajukan daripada pensiun kan. Ya tapi itu kalau dua partai setuju. Kemudian Bu Silvi juga bisa kan. Bu Yani itu kan sudah mau 60 tahun, mau pensiun. Sudah ada teman-temannya yang SMS ke aku, itu artinya PNS DKI juga semangat. Memang Bu Yani kerjanya bagus banget," ujar mantan bupati Belitung Timur ini.
(vid/nrl)











































