Pengamat politik yang juga dosen di FISIP UI, Nur Iman Subono mengatakan, Ahok sebaiknya diberi kebebasan untuk memilih wakilnya sendiri tanpa ada intervensi dari kedua parpol pengusung.
"Sebetulnya kita serahkan kepada Ahok, karena Ahok kan yang nantinya akan bekerja sama," kata Iman di acara Konferensi Nasional Ilmu Politik, di FISIP UI, Depok, Senin (25/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai harusnya membebaskan kalau memang benar-benar untuk kepentingan rakyat," jelas dosen yang juga peneliti itu.
Jika memang tidak ada titik temu antara PDIP dan Gerindra, menurut Iman, bisa saja Ahok memimpin Jakarta tanpa wakil. Hal ini bisa menjadi win-win solution bagi permasalahan yang ada dan mencegah konflik antar partai pengusung.
"Riil politiknya seperti itu, dia bisa menunjuk asisten-asistennya. Dari pada dia punya wakil tapi malah digerecoki, dan the show must go on," ucap Iman.
Sebelumnya, Ahok menyampaikan jika PDIP dan Gerindra tidak bisa sepakat soal pendampingnya maka dia akan menjalani tugas Gubernur tanpa wakil. Ahok hanya akan dibantu oleh empat deputinya.
"Kalau PDIP sama Gerindra nggak mau, daripada berantem, ya udah sendiri aja," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/8) siang.
(slm/dha)











































