Selain Wamenag, turut hadir pula Dirjen Pendidikan Islam Nur Syam, Rektor Institut Teknologi Bandung Prof Achmaloka dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang dalam pembukaan perhelatan KSM 2014 berlangsung selama 4 hari ini (25-29/8) di Makassar.
KSM 2014 yang diikuti 363 pelajar dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah se-Indonesia ini berlomba matematika, biologi, fisika, kimia, ekonomi dan geografi untuk memperebutkan 198 medali. Sebelumnya para peserta telah mengikuti penjaringan lewat kompetisi sains di daerahnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan karena saya juga dari Makassar, tapi karena Makassar pernah melahirkan ilmuwan di abad ke-17 yang keilmuwannya terkenal hingga ke Eropa," ujar Nasaruddin.
Nasaruddin menambahkan, madrasah merupakan tempat yang pernah melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang menemukan ilmu kimia, fisika, aljabbar dan cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu pula, lanjut Nasaruddin, Nabi Muhammad sangat mencintai profesi ilmuwan.
"Sejarah mencatat nama Abu Musa Jabir Bin Hayyan sebagai father of chemistry, dia tulen alumni madrasah, Nabi Muhammad juga sangat mengagumi ilmuwan yang pernah membawakannya lampu ke masjidnya, yang seandainya putri Rasulullah masih ada yang belum menikah maka akan dinikahkan dengan ilmuwan tersebut, saking cintanya," ujar Nasaruddin.
Sementara menurut Rektor ITB Prof Akhmaloka yang ikut membacakan pidato sambutan berharap agar siswa-siswa madrasah tidak merasa minder dan kurang percaya diri untuk bersaing untuk berkarya dibanding siswa-siswa sekolah umum lainnya.
"Sebagai alumni madrasah, siswa-siswa madrasah juga tidak kalah bersaing di kampus-kampus ternama seperti ITB atau di kampus-kampus luar negeri, selama ada kemauan pasti ada jalan, alumni madrasah biasanya pintar-pintar di kampus," ujar Akhmaloka.
(mna/try)











































