"Mereka parkir di depan pagar agar tak kelihatan orang yang lewat. Kalau ada pedagang yang melintas mereka pura-pura mengambil sesuatu di dalam mobil. Dua orang lalu masuk ke dalam toko sedangkan satu orang lainnya menunggu di mobil," kata pemilik kantor Martinus menceritakan modus komplotan itu kepada detikcom, Senin (25/4/2014).
Martinus mengatakan pencurian ini terjadi pada 17 Agustus 2014 di kantornya yang terletak di Jl Raya Cinere Blok K nomor 6C. Aksi kawanan ini terjadi sekitar pukul 07.22 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetangga Martinus keluar karena alarm toko berbunyi. Dia melihat ada Xenia yang terparkir di depan kantor tersebut. "Dia sempat menelepon pegawai saya tanya kok alarm toko berbunyi terus. Dan pegawai saya bilang bukan mereka yang ada di toko tersebut," katanya.
Para pencuri ini sempat membuka pagar depan yang tergembok. Mereka memasukkan sesuatu ke dalam gembok sehingga gembok tersebut langsung terbuka. "Tapi saya tidak tahu alat apa yang dipakainya," kata Martinus.
CCTV sempat merekam wajah salah satu pencuri yang masuk ke dalam kantor Martinus, sedangkan satu pencuri lainnya yang ikut masuk tidak terlalu jelas terekam. Mereka sempat mengambil sebuah remote tv yang ada di kantor Martinus.
"Mungkin karena keburu ada tetangga saya yang dengar alarm sehingga mereka tak sempat ambil TV di kantor saya," katanya.
Martinus mengatakan, para pencuri ini saling berhubungan dengan menggunakan telepon yang dipasangi handsfree bluetooth. Pencuri yang di mobil mengawasi keadaan dengan memakai perangkat ini, sedangkan pencuri yang didalam juga mamakainya.
"Jadi kalau ada apa-apa mereka bisa langsung saling kontak tanpa harus memegang HP," katanya.
(nal/nrl)










































