Sistem Peringatan Dini Tsunami Seharga Rp 175 Miliar

Sistem Peringatan Dini Tsunami Seharga Rp 175 Miliar

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2005 17:55 WIB
Jakarta - Butuh waktu setahun untuk membuat sistem peringatan dini tsunami di Samudera Hindia. Harganya pun mahal, yakni 10 juta Poundsterling atau sekitar Rp 175 miliar.Sistem itu menggunakan sensor jaringan berteknologi tinggi dan pelampung. Demikian dilaporkan news.scotsman.com, Selasa (4/1/2005).Namun para ahli mengingatkan, sistem tersebut bisa tak berguna kecuali negara seperti Indonesia meningkatkan jaringan komunikasi di kawasan pesisir pantai yang paling rentan terkena gelombang tsunami.Sebab banyak desa-desa di pesisir pantai di Indonesia yang minim jaringan komunikasi modern. Beberapa desa bahkan tidak punya telepon. Padahal merekalah yang paling pertama dihantam tsunami seperti pada 26 Desember 2004.Sistem peringatan tsunami untuk Samudera Hindia diharapkan dapat dikumpulkan dananya pada 6 Januari 2005 saat para pemimpin dunia dan negara-negara donor berkumpul."Jadi tidak ada gunanya kita menghabiskan seluruh dana untuk sebuah sistem yang mahal, kecuali kita dapat memastikan infrastruktur siaran radio mencukupi," kata Phil McFadden, kepala ilmuwan Geoscience Australia. Dia ditugaskan mendesain sistem peringatan tsunami Samudera Hindia oleh pemerintahan Australia.Sistem peringatan tsunami yang sudah ada menghubungkan 26 negara di Samudera Pasifik. Jika diperluas ke negara-negara pantai Samudera Hindia, maka Badan Kelautan dan Atmosfir Nasional bisa memberikan peringatan dengan cepat.Menurut McFadden, sistem peringatan tsunami Samudera Hindia membutuhkan 30 alat seismograf untuk mendeteksi gempa, 10 alat pengukur pasang naik dan pasang surut, 6 alat pelampung khusus DART (deep ocean assessment and reporting of tsunamis) yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah gempa telah menyebabkan tsunami. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads