Perampokan ini terjadi pada 17 Agustus 2014 di JL Raya Cinere Blok K nomor 6C, Cinere, Depok, Jawa Barat. Aksi kawanan perampok ini terekam kamera pengawas, CCTV.
"Saya sudah melaporkan ke Polsek Limo pada hari kejadian," kata Martinus berbagi cerita kepada detikcom, Senin (25/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semenit masuk, alarm berbunyi," kata Martinus.
Bukannya mengurungkan niat, si perampok tetap melanjutkan aksinya. Dua orang yang masuk mengobrak-abrik ruang kerja Martinus dan para stafnya. "Ngga dapat apa-apa karena di ruang kerja saya cuma dokumen saja," sambungnya.
Saat beraksi, tetangga Martinus sudah memperhatikan mobil Xenia yang terparkir di depan kantor. Mobil yang digunakan perampok pun difoto.
"Sepertinya perampok yang jadi sopir mobil tahu sudah ada yang mengamati, terus dia menghubungi temannya di dalam menggunakan handsfree," ujarnya.
Dua perampok pun keluar masih dengan santai dari kantor Martinus. Tapi linggis yang digunakan untuk membuka gembok ditinggalkan. "Diameninggalkan lokasi santai juga. Linggisnya juga sudah jadi barang bukti untuk polisi," sebutnya.
Rencananya hari ini Martinus akan menyerahkan bukti rekaman CCTV ke polisi. Dia berharap upaya perampokan di kantornya ditindaklanjuti sebab bukan sekali ini saja perampok mampir ke wilayahnya berkantor.
"Sudah beberapa kali kejadian. Dua hari sebelum di tempat saya, motor satpam juga hilang saat ditaruh di dekat gardu jaga," ujar dia.
(fdn/imk)











































