"Ini merupakan hal yang normal di musim kemarau, sekarang Agustus jelang akhir ini puncaknya musim kemarau di Indonesia bagian selatan termasuk Jabodetabek," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto kepada detikcom, Senin (25/8/2014).
Musim kemarau akan berlanjut hingga bulan Oktober, lalu masuk ke musim peralihan. "Baru mulai hujan-hujan lokal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah mencapai 34 atau 35, untuk sekarang maksimal 34 derajat Celcius," ungkapnya.
Di puncak musim kemarau ini, masyarakat harus memperhatikan efek dari radiasi matahari. Selain itu, hati-hati terhadap intensitas debu di jalan akibat jarangnya hujan.
Sementara itu, pagi ini Jabodetabek diprediksi akan cerah berawan. Pada siang hari, sejumlah daerah seperti Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Tangerang, dan Bogor akan hujan ringan namun tidak akan lama karena pada malam hari diprediksi kembali berawan.
(imk/fdn)











































