"Opsi pertama (opsi status quo) itu kan non perampingan. Itu opsi yang bisa ditanggapi Pak JK," kata Deputi Kantor Transisi Andi Widjajanto di markasnya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2014) malam.
Tim Transisi bahkan merencanakan untuk bertemu JK, khusus membahas opsi-opsi itu sebanyak dua kali. JK juga bakal diundang datang ke Kantor Transisi.
"Kami sendiri berencana akan bertemu Pak JK dua kali. Pertemuan yang pertama tidak di Kantor Transisi, satu pertemuan lagi kemungkinan di Kantor ini," tutur Andi.
Hari Selasa (26/8) dan Kamis (28/8) besok menjadi rencana momentum pertemuan itu. Tapi belum ada waktu pasti untuk merealisasikan pertemuan ini.
"Sedang dicari waktu yang tepat untuk pertemuan," kata Andi.
Jusuf Kalla sudah berbicara soal perampingan kabinet di kediamannya, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/8) kemarin. JK mengisyaratkan tak bakal banyak perubahan antara kabinet sekarang dengan kabinetnya kelak.
"Ukuran 34 (kementerian dan lembaga) itu tidak besar juga dibandingkan negeri ini. Jangan bandingkan dengan Malaysia dia federal, penduduknya tidak sebanyak kita," kata JK kala itu.
JK menegaskan setiap orang dalam pemerintahan Jokowi-JK harus bisa langsung bekerja. Makanya, arsitektur kabinet tidak akan diubah banyak.
"Jadi menurut saya jangan terlalu banyak mengubah sistem. Untuk mengubah struktur butuh berbulan-bulan untuk menyesuaikannya. Nanti yang dikerjakan nyusun lagi, di mana kantornya, siapa dirjennya, kapan kerjanya. Jadi karena itu, maka jauh lebih baik perubahan-perubahan kecil saja, toh bisa jalan," jelasnya
(dnu/fdn)











































