"Warga PKB, NU, dan kalangan pesantren jelas tidak sepakat atas gerakan radikal yang melakukan kekerasan atas nama islam, jadi itu menjadi perhatian khusus kami," ujar Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam siaran pers DPP PKB, kepada detikcom, Minggu (24/8/2014).
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan, pihaknya telah menyepakati bahwa kader PKB, NU serta kalangan pesantren bakal serius menangkal semua paham yang tidak sesuai dengan ideologi negara dan mengancam NKRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKB secara resmi juga menerima rekomendasi forum diskusi tokoh muda pesantren Jawa Timur agar bisa mengintervensi pemerintah supaya bersikap lebih tegas terhadap setiap jenis gerakan radikal yang mengancam NKRI. Hal tersebut diperlukan lantaran para pengikut gerakan semacam ini menganggap dakwah harus dilakukan secara radikal, konsep negara islam, seruan jihad, serta pembangkangan terhadap ideologi Pancasila, melanggar syariat agama Islam.
"Cara tersebut berbeda jauh dengan konsep Islam rahmatan lil 'alamin yang menjadi tema besar Muktamar PKB serta dalam naungan prinsip ahlussunah wal jamaah," tegas pria yang menjabat sebagai Menakertrans ini.
Agar pesannya tersampaikan, Cak Imin meminta para partisipan muktamar dan pihak-pihak yang berkepentingan cepat mengaplikasikan rekomendasi untuk menangkal deradikalisasi di NKRI.
(rvk/imk)











































