DetikNews
Minggu 24 Agustus 2014, 16:13 WIB

Bisnis Keluarga, Ayah dan Anak Bandari Judi Online di Perumahan Elite Sunter

- detikNews
Bisnis Keluarga, Ayah dan Anak Bandari Judi Online di Perumahan Elite Sunter Rilis judi onlie/Mei-detikcom
Jakarta -

Sebuah rumah mewah di kawasan Sunter Jaya, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digerebek polisi karena dijadikan sebagai tempat untuk mengoperasikan judi bola dan togel online. Judi online tersebut merupakan bisnis gelap satu keluarga yang dibandari oleh seorang ayah dan dua anaknya.

"Mereka sebagai master agent atau bandar yang menampung uang yang dipasang para pemain. Bandarnya ini seorang ayah dan dya orang anaknya," kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Arsya Kadafi saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (24/8/2014).

Di lokasi, polisi menangkap 4 tersangka yang masih memiliki hubungan keluarga. Keempatnya yaitu A (57) dan dua anaknya WW alias D (27) dan HS alias O (29), serta adik dari A yakni RW (30). Mereka ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di lokasi pada tanggal 19 Agustus 2014.

"Mereka sudah beroperasi selama satu tahun dengan omset mencapai Rp 1 miliar," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto.

Heru menjelaskan, keempat tersangka menjalankan perjudian online jenis judi bola dan togel yang bersumber di Singapura. Ia mengungkapkan, para pelaku bisa leluasa menyelenggarakan judi tersebut di rumah karena pengamanan di komplek rumahnya yang ketat.

Sebagai barang bukti, polisi menyita 10 unit telepon genggam merek iPhone, Samsung S5, BlackBerry Porsche, BlackBerry Q10, sejumlah laptop dan komputer unti mengoperasikan perjudian, 4 buah buku tabungan Tahapan BCA dan uang tunai Rp 400 ribu.

"Rekening mereka akan kami blokir apabila memang ada kaitannya dengan tindak pidana perjudian," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyita rumah mewah bernilai miliaran yang dimiliki keempat pelaku, bila terbukti merupakan hasil kejahatan.

"Kami akan bekerjasama dengan PPATK untuk membongkar rekeningnya," pungkasnya.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Mereka juga dikenakan Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.







(mei/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed