Soal Isu Tsunami, BMG Bantah Edaran Pemkot Padang

Soal Isu Tsunami, BMG Bantah Edaran Pemkot Padang

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2005 16:20 WIB
Padang - Kepanikan kembali melanda sejumlah warga kota Padang, Sumatera Barat, setelah surat edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Padang tentang kemungkinan terjadinya gempa dan gelombang Tsunami susulan di pantai Barat Sumatera beredar di kalangan warga. Tapi, surat itu dibantah BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika). Sebelumnya, Kamis (30/12/2004) dinihari lalu, ribuan warga Padang dan sekitarnya berhamburan ke jalan-jalan karena isu gempa dan tsunami ini. Saat isu terjadi, diperkirakan surat dari Pemkot Padang itu juga sudah sampai ke masyarakat, karena surat Pemkot Padang itu tertanggal 28 Desember 2004.Dalam surat yang ditujukan kepada 6 (enam) Camat di kota Padang itu, antara lain disebutkan, sesuai dengan informasi dari Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana yang bersumberkan dari Badan Metereologi dan Geofisika, besar kemungkinan bencana susulan akan terjadi dalam waktu 1 (satu) minggu dan akan melanda pantai Barat Pulau Sumatera.Surat yang ditandatangani oleh Sekda Kota Padang, Drs. H. Muchlis Sani, itu juga meminta agar para Camat tersebut menyampaikan pada masyarakat yang berada di pinggiran pantai untuk dalam kondisi siaga II terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan gelombang Tsunami. Di samping itu, juga diminta agar para Camat membuat Posko Kecamatan, koordinasi dengan Muspika dan di masing kelurahan yang berada di wilayah pantai dengan melibatkan seluruh tokoh masyarakat, pemuda, LPM, dan lainnya."Secepatnya kami akan pergi ke Bukittinggi. Surat ini betul-betul membuat seluruh keluarga saya cemas dan mendesak saya untuk segera meninggalkan kota Padang," ujar salah seorang warga, Khaidir Sutan Jamaris (56), ketika ditemui detikcom di rumahnya di kawasan Lubuk Buaya Padang, Selasa (4/1/2005).Menanggapi beredarnya surat tersebut, petugas Kantor Kesbang dan Linmas Pemko Padang, Edi Sukarmana, mengatakan pihaknya hanya menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya gempa dan Tusnami di Aceh dan Sumut. "Kami tidak menyebutkan akan terjadi Tsunami di Sumbar," ujarnya dan menolak berkomentar lebih lanjut.Sementara itu, Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang Sumarso membantah pihaknya pernah mengeluarkan statemen akan terjadi gempa bumi dan Tsunami di daerah Sumatera Barat dalam waktu dekat ini, meski daerah pantai barat Sumatera Barat merupakan daerah yang rawan gempa bumi."Beredarnya isu di masyarakat bahwa akan terjadi gempa bumi besar dan Tsunami di Sumbar adalah isu menyesatkan. Itu sama sekali tidak benar," ujarnya saat dihubungi detikcom via ponselnya, Selasa (4/1/2005).Dikatakan Sumarso, hingga saat ini belum ada ilmu dan teknologi yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa bumi. "Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bumi dangkal di laut dan kekuatan lebih besar 6.0 SR. Jadi, tidak semua gempa dapat menimbulkan gelombang tsunami," demikian Sumarso. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads