"Salah satu tantangan berat yang harus dihadapi oleh pemerintahan Jokowi-JK terkait subsidi BBM, (sebab) situasi geopolitik yang berimbas kepada ekonomi ke depan akan kurang menguntungkan. Kemudian penerimaan pajak kita di 2014 ini cenderung melambat pertumbuhannya," ujar Drajad di Warung Daun, Jl Cikini, Jakpus, Sabtu (23/8/2014).
"Subsidi BBM akan membengkak dan Jokowi-JK akan mewarisi 2 bulan dengan pembengkakan subsidi BBM dan subsidi BBM pada 2015 akan besar sekali. Jokowi sudah menyampaikan beberapa kali akan menaikkan harga BBM. Tentu ini ujian pertama bagi Jokowi-JK, bagaimana mereka mengambil kebijakan tersebut," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait yakin Presiden SBY akan melangsungkan komunikasi politik terkait APBN 2015. Dirinya optimis soal penghematan dana APBN, Jokowi dan SBY akan dibicarakan.
Pasalnya, pemerintah memiliki 2 skenario terkait penetapan APBN. Pertama, APBN yang disahkan bulan Oktober dan kedua APBN perubahan (APBNP) pada bulan Januari.
"Berarti APBN yang diketuk pada Oktober ini akan dirubah dan tidak fix. APBN ini cerminan visi misi pemerintah ke depan. Kita optimis karena ada jiwa kenegarawanan Pak SBY," pungkasnya.
(aws/gah)











































