Tipu-tipu Miliaran Rupiah, Bos Handphone di Bogor Dilaporkan ke Polisi

Tipu-tipu Miliaran Rupiah, Bos Handphone di Bogor Dilaporkan ke Polisi

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 17:53 WIB
Jakarta -

Aksi tipu-tipu modus investasi kembali dialami warga Bogor. Beberapa waktu lalu, puluhan orang mengalami kerugian hingga ratusan milyar rupiah setelah ditipu oleh seorang perempuan asal Bogor dalam investasi jual beli motor.

Kali ini, puluhan orang kembali mengalami penipuan dalam modus investasi jual-beli Handphone dengan kerugian mencapai Rp 4 miliar. Rizki Ferdian (26), warga Sukaraja, Kabupaten Bogor yang dilaporkan ke polisi sejak Juni 2014 lalu, kini menghilang.

Sigit Prabowo (26), salah satu korban asal Bogor Utara, Kota Bogor mengatakan, kerjasama investasi uang untuk usaha jual-beli handphone tersebut dilakukannya sejak September 2013 lalu. Secara bertahap, uang yang diinvestasikannya kepada Rizki mencapai Rp 350 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sendiri total uang yang sudah saya serahkan ke dia (Rizki) sudah (Rp) 350 juta. Dalam kerjasama itu saya dijanjikan keuntungan sekitar 7 persen dari modal. Awalnya keuntungan saya terima, tapi sejak Juni kemarin dia sudah ngga pernah kirim lagi. Sekarang pelakunya menghilang, kita datangi rumahnya sudah kosong," kata Sigit, saat ditemui di Bogor, sabtu (23/8/2014).

Tidak hanya Sigit, korban aksi tipu-tipu yang dilakukan Rizki mencapai sekitar 20 orang dengan kerugian mencapai Rp 4 miliar. "Ada korban lain, Pak Somali namanya. Dia (Somali,red) rugi sampai (Rp) 3,2 milyar. Korban lain juga ada, kerugiannya beragam, minimal itu 90 juta," katanya.

"Kalau uang saya di Rizki sudah (Rp) 60 juta. Saya sih inginnya uang modal saya kembali," kata Herdi, yang juga korban aksi tipu-tipu Rizki.

Menurut Sigit, perjanjian kerjasama investasi dalam jual-beli handphone tersebut sudah dilakukannya sejak bulan September 2013 lalu. Meski pada bulan-bulan awal keuntungan yang dijanjikan diterima korban sesuai perjanjian, namun kemudian pelaku menghilang dan keuntungan yang dijanjikan tidak pernah diterima.

"Awalnya setiap 10 hari kita terima transfer. Tapi sejak Juni 2014 sudah nggak dapet transfer lagi. Bahkan pelaku sama keluarganya sudah menghilang dari rumahnya," Terang Sigit.

"Saya sama 3 korban lain, termasuk Pak Somali sudah lapor ke Polresta (Polres Bogor Kota,red). Saya berharap ini ada tindaklanjutnya," sambung Sigit sambil menunjukan bukti laporannya.

(gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads