"Kita masih lihat dari alokasi waktu yang ada, masih ada waktu sebelum ditetapkan anggota dewan baru 1 Oktober. Ada pimpinan dewan sementara setelah itu baru ditetapkan dewan pimpinan tetap melalui judicial review. Dua-duanya kami siapkan berdasarkan hasil yang kami harapkan," ujar Wasekjen PDIP Hasto Kristanto di Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2014).
Menyoal kompetisi dengan Partai Golkar yang juga mengincar kursi ketua DPR, Hasto mengatakan selalu terbuka ruang komunikasi. Tak hanya dengan partai berlambang pohon beringin itu saja, tetapi juga dengan parpol lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menyebutkan, partainya telah menyediakan nama-nama calon ketua DPR. Meski demikian, ia enggan menyebutkan siapa saja.
"Ada, baru dibahas dalam forum yang terbatas. Dipastikan komunikasi antara pimpinan partai semakin intens ke depan," kata Hasto.
Sebelumnya, jubir PDIP Eva Kusuma Sundari pernah menyebut nama Puan Maharani sebagai salah seorang kader yang disiapkan mengisi posisi Ketua DPR. Meski belum ada keputusan resmi dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan tidak menampik pencalonan dirinya itu.
"Alhamdulillah, kalau kemudian saya menjadi salah seorang seperti yang disampaikan tadi. Saya sering sekali berbicara dengan bu Mega Ketua Umum. Kami belum berbicara hal tersebut. Yang penting pertama kita kembalikan dulu hak partai pemenang pemilu," ujarnya di Gedung DPR, Selasa (19/8) lalu.
Seperti yang diketahui, saat ini PDIP tengah fokus memperjuangkan haknya dengan mengajukan gugatan terhadap revisi undang-undang MD3. Undang-undang ini dianggap telah merampas kursi ketua DPR dari partai berlambang banteng bermoncong putih itu.
(aws/gah)











































